Breaking News:

Pekanbaru

STORY - Maggot Tentara Lalat Hitam Jadi Asa Baru Perekonomian Warga Rumbai Pesisir Pekanbaru

Maggot dari BSF ini, bisa dijadikan pakan ternak. Mulai dari ikan, ayam, hingga bebek.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
Istimewa
Direktur Polair Polda Riau Kombes Pol Badaruddin saat mengajarkan masyarakat budidaya maggot atau larva BSF, Rabu (5/2/2020). 

Budidaya ini kata Badaruddin, sangat ramah lingkungan. Pasalnya masyarakat tidak lagi membuang sampah atau limbah ke sungai, karena bisa dimanfaatkan untuk pengembangan maggot BSF.

"Ketika sampah ataupun limbah tak dibuang lagi, sungai bisa bersih. Ini menjadi keuntungan juga," bebernya.

Badaruddin menambahkan, jika masyarakat sudah bisa mengambil keuntungan dari budidaya ini, terutama dalam perekonomian, maka potensi tindak pidana pun bisa berkurang.

"Dengan majunya perekonomian, masyarakat tentu tidak akan berbuat tindak pidana. Itu sangat menguntungkan dari sisi kepolisian, polisi bisa sangat terbantu," pungkasnya.

Sementara itu, Zul, slah seorang warga Rumbai Pesisir yang berprofesi sebagai peternak sejumlah ikan mengatakan, dia mengaku sudah mencoba menerapkan memberi pakan peliharaannya dengan maggot BSF ini.

"Untuk lele, nila, gurami, sudah kita coba. Bagus hasilnya," aku Zul.

Untuk makanan maggot dijelaskannya, dia menggunakan pakan sampah atau memanfaatkan limbah rumah tangga.

"Dengan maggot ini bisa menekan biaya produksi lah. Itu jauh, jauh sekali, mau 80 persen berkurang biaya produksinya," paparnya.(Tribunpekanbaru.com/ Rizky Armanda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved