530 Peserta CPNS Dumai Tak Ikut Ujian SKD Langsung Dinyatakan Gugur

Ujian SKD untuk CPNS Pemko Dumai sudah selesai dilaksanakan. Sebanyak 530 peserta langsung dinyatakan gugur karena tak datang saat ujian.

530 Peserta CPNS Dumai Tak Ikut Ujian SKD Langsung Dinyatakan Gugur
TRIBUN PEKANBARU / DONY KUSUMA
Peserta saat melaksanakan tes SKD CPNS 2019 di Dumai, Riau. 

tribunpekanbaru.com - Sebanyak 3.311 dari 3.846 peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kota (Pemko) Dumai, telah mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang dilaksanakan di kampus STIA Lancang Kuning, Dumai.

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Dumai, Erinasrizal melalui Kabid Pengadaan, Pemberhentian, dan Data Informasi, Khaidir, mengungkapkan, pelaksanaan SKD CPNS Pemko Dumai telah selesai dilaksanakan. Tes SKD ini digelar dalam 26 sesi atau selama 6 hari, dimulai Minggu (2/2) lalu dan berakhir pada Jumat (7/2).

Dari 3.846 peserta yang mendaftar sebagai CPNS Kota Dumai, hanya 3.311 yang mengikuti ujian SKD. Sebanyak lima orang kategori P1 TL memilih tidak mengikuti ujian, dan 530 peserta CPNS tidak mengikuti ujian SKD.

"Jadi 530 peserta CPNS Pemko Dumai dinyatakan gugur karena tidak mengikuti ujian SKD," katanya Minggu (9/2).

Khaidir mengaku, selama pelaksanaan ujian SKD tidak ada ditemukan kendala, baik menyangkut aliran listrik padam maupun gangguan jaringan internet. Sehingga bisa disimpulkan pelaksanaan ujian SKD berjalan lancar dan aman.

Saat ditanya apakah selama pelaksanaan SKD panitia menemukan hal-hal mencurigakan seperti contekan, jimat, dan lainnya, khaidir menyebut panitia tidak menemukan hal-hal tersebut.

Menurutnya, para peserta yang telah dinyatakan lulus passing grade, diminta menunggu tahapan perangkingan. Untuk rangking ini, pihaknya masih menunggu arahan dari BKN.

Khaidir juga mengimbau kepada para peserta CPNS untuk selalu memantau situs resmi BKPSDM Dumai, karena segala informasi akan diberitahukan melalui website resmi BKPSDM Dumai.

"Untuk peserta yang lulus passing grade masih dilakukan penghitungan. Untuk menentukan rangking kita masih menunggu petunjuk dari BKN," katanya.

Seorang peserta SKD bernama Imam Habib, mengaku, meskipun berhasil melampaui passing grade (PG) namun ia masih was-was karena banyak peserta lain yang punya nilai di atas nilainya. "Saya berharap masuk peringkat tiga besar di formasi yang saya lamar, karena hanya menyediakan satu formasi saja yakni di BKSDM Dumai," katanya.

Menurutnya, di banding tahun lalu, untuk PG 2019 bisa dikatakan lebih mudah karena ada penurunan PG. Selain itu, soal-soal TIU juga terbilang lebih mudah di banding 2018, sehingga dirinya bisa mencapai nilai 150.

Imam sangat berharap bisa masuk tiga besar agar bisa melaju ke tahap selanjutnya yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), sehingga punya peluang menjadi CPNS Kota Dumai.

Sementara peserta lainnya, Ardiansyah, mengaku tahun ini tidak mampu mencapai PG yang ditetapkan meski hanya kurang lima poin. "Mau coba tahun depan lagi bang, semoga buka tahun depan. Memang waktunya singkat, makanya saya tak mampu mencapai passing grade," tuturnya.

Ujian SKD dilaksanakan enam hari pada 2-7 Februari 2020. Setiap harinya 750 pelamar CPNS mengikuti SKD yang dibagi dalam 5 sesi, dan setiap sesi diikuti 150 peserta. (dkp)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved