Anggota Satgas Konflik Satwa di Lampung Bentrok Fisik dengan Gajah, Kaki Digigit dan Tertusuk Gading

Seorang anggota satgas konflik satwa di Lampung harus menjalani operasi setelah kakinya tertusuk gading dan digigit gajah.

Anggota Satgas Konflik Satwa di Lampung Bentrok Fisik dengan Gajah, Kaki Digigit dan Tertusuk Gading
tribun lampung
Saridi, Satgas Konflik Gajah di Lampung selesai menjalani operasi. 

tribunpekanbaru.com - Setelah dua hari dirawat di RS Airan Raya, Saridi (34) akhirnya bisa pulang ke rumahnya di Pekon Sukajaya, Kecamatan Semaka, Tanggamus.

Saridi merupakan anggota Satuan Tugas Penanggulangan Konflik Satwa Kecamatan Semaka, yang menjadi korban amukan kawanan gajah liar di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Register 31 Kecamatan Semaka, Tanggamus, pada Jumat (7/2) lalu.

"Alhamdulillah, hari ini sudah diperbolehkan pulang," ungkap Saridi saat ditemui di Ruang Al-Khausar IV No 13 RS Airan, Minggu (9/2).

Meski demikian, Saridi mengaku kaki kanannya masih belum bisa digerakkan lantaran terluka terkena gading gajah. "Ini yang bekas digigit kan habis operasi, dibersihkan. Kalau tulangnya aman. Cuma masih kaku," ujarnya tersenyum di atas ranjang.

Saridi menuturkan, peristiwa tersebut tak akan pernah terlupakan olehnya. "Selama bertugas jadi satgas, baru kali ini. Jadi Satgas baru dua tahun, kalau sebelumnya saya juga sudah ikut nangani konflik," kata dia.

Saridi mengaku menjadi satgas konflik satwa merupakan panggilan hatinya. "Ya selain bertani, saya jadi satgas. Sudah panggilan hati. Jadi pengen lihat gajah dan manusia bisa hidup berdampingan. Jangan sampai saling berkonflik. Sudah banyak korban," tuturnya.

Saridi pun menceritakan detik-detik dirinya terlibat kontak fisik dengan gajah hingga mengalami luka di paha kanannya. "Gajah itu mau nyeberang ke Register 39. Ada 12 ekor gajah. Tapi gajah itu malah ngarah ke pemukiman warga. Sudah di belakang rumah," beber dia.

Saridi mengaku saat itu berada di garis terdepan untuk menghalau kawanan gajah ini. "Waktu itu ada lima orang satgas. Gajah sudah berhasil dihalau. Namun belakangan itu ternyata ada gajah yang malah salah arah," ucapnya.

Tanpa rasa takut, Saridi kemudian menghalau gajah itu dengan mendorongnya sekuat tenaga. "Agar gajah itu pindah arah, didorong belalainya. Makanya saya dorong," katanya.

Saat itulah, gajah betina yang dihalaunya malah jatuh karena terpeleset. "Kondisinya pas memang gerimis, jadi licin. Pas gajah itu jatuh, pas betis kanan saya saya masuk ke mulut bagian kiri," ucapnya.

Saat masuk ke dalam mulut gajah, tanpa disadari pahanya juga tertusuk gading. "Rasanya langsung nyeri. Soalnya pas ketusuk itu gajah ngosek-ngosek ke tanah. Tapi saya masih sadar. Saya pukul-pukul kepalanya. Bagaimana (caranya) saya selamat dan gajah ini selamat. Jadi saya pukulin aja," terang Saridi.

Rupanya cara Saridi cukup ampuh. Gajah itu bisa berdiri dan dia pun terlepas dari tusukan gading. Namun perjuangan dramatis Saridi belum selesai sampai di situ. Selepas dari tusukan gading, gajah itu ternyata malah mengejar Saridi.

"Bukannya pergi, gajah ini ngejar. Ya mungkin merasa terancam. Jadi saya kabur, lari sambil terseok-seok, sempat jatuh. Saya ngerayap sambil narikin rumput biar bisa pergi," kenangnya.

Setelah itu, rekan-rekannya yang lain menghalau gajah dengan menggunakan petasan sembari menolongnya. "Alhamdulillah tertolong. Ya bisa jadi pengalaman ini," tutupnya sembari tertawa.

Akibat kejadian itu, Saridi harus menjalani operasi di RS Airan Raya, Jati Agung, Lampung Selatan. (rin/Tribun Lampung)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved