CPNS 2019 Riau

Gara-gara Terlambat, Beberapa Peserta CPNS 2019 di Kepulauan Meranti Riau Gagal Ikut Ujian SKD

Beberapa Calon Pegawai Negeri Sipil yang menjalani SKD di Kepulauan Meranti diketahui gagal untuk mengikuti ujian.

Gara-gara Terlambat, Beberapa Peserta CPNS 2019 di Kepulauan Meranti Riau Gagal Ikut Ujian SKD
Istimewa
Suasana sebelum peserta¬†CPNS¬†memulai SKD di Kepulauan Meranti Minggu (9/2/2020). 

MERANTI - Beberapa Calon Pegawai Negeri Sipil yang menjalani Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di Kepulauan Meranti diketahui gagal untuk mengikuti ujian.

Bukan karena masalah besar, para peserta tersebut tidak bisa mengikuti ujian karena terlambat hadir di lokasi.

Kepala Sub Bidang Pengadaan dan Pemberhentian Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepulauan Meranti Budi Hardiantika mengatakan bahwa beberapa peserta yang terlambat tersebut hadir tepat pada jam jadwal dimulainya ujian.

"Seharusnya paling lama peserta Hadri di lokasi 5 menit sebelum waktu ujian tapi peserta tersebut malah datang saat jam ujian," ujar Budi Minggu (9/2/2020) saat ditemui di lokasi ujian CPNS di komplek Afifa Sport Center, Selatpanjang. 

Budi menegaskan tidak ada toleransi bagi para peserta yang terlambat hadir dari ketentuan.

"Jadi tidak ada toleransi untuk keterlambatan. Kita sudah berusaha untuk bagaimana para peserta ini bisa ikut ujian, tapi apabila ini juga dilanggar kita tidak bisa berbuat apa-apa," ujar Budi.

Dikatakan Budi pada hari Sabtu ada 2 orang dan pada Minggu hingga sesi ke tiga ada 3 orang yang terlambat hadir dan tidak bisa mengikuti ujian.

Budi mengatakan bahwa saat para peserta datang untuk ujian tidak serta-merta langsung masuk ke ruang ujian, namun melewati sejumlah proses mulai dari registrasi, pemeriksaan badan baik dari barang-barang yang dibawa, hingga pemeriksaan menggunakan metal detector.

Budi juga mengakui bahwa hampir keseluruhan peserta yang gagal karena terlambat tersebut merupakan asal daerah tempatan.

"Sejumlah yang terlambat tersebut merupakan putra-putri asal Kepulauan Meranti," ujar Budi.

Melalui evaluasi tersebut, Budi berharap agar para peserta tidak menganggap sepele terhadap keterlambatan, karena sangat berakibat fatal kepada para peserta sendiri.

"Kita berharap sampai akhir nanti pelaksanaan SKD nanti hal ini tidak terulang lagi, jadi para peserta bisa hadir lebih awal sebelum waktu ujian," pungkas Budi. (Tribunpekanbaru.com/Teddy Tarigan)

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved