Kucing Buat Wanita Sulit Untuk Hamil, Fakta Atau Mitos, Ini Penjelasan Medis Menurut Dokter

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr Yassin Yanuar Mohammad, SpOG-KFER menjelaskan, informasi mengenai bulu kucing.

Kucing Buat Wanita Sulit Untuk Hamil, Fakta Atau Mitos, Ini Penjelasan Medis Menurut Dokter
Tribun Pekanbaru/Instagram/@kucinglucuku
Kucing Buat Wanita Sulit Untuk Hamil, Fakta Atau Mitos, Ini Penjelasan Medis Menurut Dokter 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kucing menjadi hewan peliharaan yang paling favorit bagi manusia sejak dulu kala.

Selain mudah jinak, hewanberbulu ini juga cukup menggemaskan dan ramah terhadap manusia.

Namun, sebagian kalangan menilai jika bulu kucing menyebabkan wanita sulit untuk bisa hamil.

Hal itu lantaran beberapa orang percaya jika kucing membawa  parasit Toxoplasma gondii.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr Yassin Yanuar Mohammad, SpOG-KFER menjelaskan, informasi mengenai bulu kucing yang menyebabkan susah memiliki keturunan adalah tidak benar alias mitos.

Seekor kucing rumah Australia tiga kali ukuran kucing normal sedang dalam proses dinobatkan sebagai kucing terpanjang di dunia
Seekor kucing rumah Australia tiga kali ukuran kucing normal sedang dalam proses dinobatkan sebagai kucing terpanjang di dunia (instagram/omar_mainecoon)

Dikutip dari Kompas.com, Yassin mengatakan, penyebab infertilitas berasal dari masalah istri 30-40 persen, suami 30-40 persen, kombinasi keduanya 10-15 persen, dan dengan penyebab yang tidak diketahui 10-15 persen

Adapun permasalahan dari istri atau ibu yang menyebabkan infertilitas antara lain:

  1. Masalah saluran telur dan rongga panggul
  2. Gangguan pematangan telur
  3. Kista coklat
  4. Cadangan telur menurun
  5. Usia semakin tua
  6. Gangguan pada rahim (myoma, polip, adenomyosis)
Ilustrasi
Ilustrasi (net)

Sementara, permasalahan pada suami yang menyebabkan infertilitas, yakni:

  1. Gangguan sperma dengan kemampuan berenang yang menurun
  2. Bentuk sperma yang rusak
  3. Jumlah sperma sedikit
  4. Gangguan pada DNA sperma

Gangguan pada DNA sperma dapat disebabkan oleh faktor genetik, gangguan hormonal, penyakit sistemik (diabetes) dan gaya hidup.

Gaya hidup tersebut meliputi, merokok, testis terpapas panas, hobi sepedaan, menyimpan ponsel di celana, laptop diletakkan di pangkuan, suka sauna, dan obesitas.

Halaman
12
Editor: Guruh Budi Wibowo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved