Perayaan Cap Go Meh di Pekanbaru Berlangsung Semarak, Ribuan Masyarakat Tumpah Ruah

Puncak perayaan Imlek atau Cap Go Meh di Kota Pekanbaru, berlangsung semarak, Sabtu (8/2/2020) malam.

Perayaan Cap Go Meh di Pekanbaru Berlangsung Semarak, Ribuan Masyarakat Tumpah Ruah
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Warga sedang membersihkan dan melakukan persiapan untuk perayaan Cap Go Meh di Vihara Maitreya, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Selasa (19/1/2019) lalu 

 Perayaan Cap Go Meh di Pekanbaru Berlangsung Semarak, Ribuan Masyarakat Tumpah Ruah

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Puncak perayaan Imlek atau Cap Go Meh di Kota Pekanbaru, berlangsung semarak, Sabtu (8/2/2020) malam.

Kegiatan yang ditaja oleh Panitia Imlek Bersama Pekanbaru dan Paguyuban Sosial Masyarakat Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau, didukung sejumlah pihak lainnya ini dipusatkan di Kampung Tionghoa Melayu di Jalan Karet, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru.

Ribuan masyarakat pun tumpah ruah ke jalanan. Menyaksikan sejumlah pertunjukan di panggung hiburan, khususnya budaya khas dari Negeri Tirai Bambu itu.

Mulai dari tarian, nyanyian, drama Imlek, atraksi barongsai, hingga pesta kembang api.

Tak sedikit masyarakat yang mengabadikan momen itu dengan kamera mereka.

Seperti perayaan Cap Go Meh pada tahun-tahun sebelumnya, Panitia tahun ini juga mengundang kehadiran Walikota dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pekanbaru.

Panitia berharap, rangkaian perayaan Imlek ini bida dijadikan salah satu destinasi wisata. Sebab, Imlek bukan merupakan perayaan agama namun perayaan budaya yang bisa dinikmati orang banyak.

Andi Tjandra, dari panitia pelaksana acara menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya rangkaian perayaan Imlek di Pekanbaru.

"Kami merasa bangga dapat dukungan dari Pemerintah Kota Pekanbaru dan Pemprov Riau. Kami mengucapkan terimakasih. Kegiatan berlangsung sukses. Inj merupakan acara budaya, jadi dikemas dengan berbagai varian rangkaian kegiatan," ucapnya.

Walikota Pekanbaru, diwakili pihak Kesbangpol M. Yusuf menjelaskan, masyarakat Kota Bertuah, pada dasarnya sangat menjunjung tinggi toleransi. Hal ini terlihat dalam puncak perayaan Cap Go Meh 2020 ini.

"Kita mengajak masyarakat untuk menunjukkan sikap damai. Karena Pekanbaru memiliki banyak suku dan etnis," jelasnya.

Sementara itu, Datuk Al Azhar, selaku Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAM Riau memaparkan, ekspresi kebudayaan, termasuk dari saudara kaum Tionghoa, mestilah dihormati.

"Ini cermin keberagaman kebudayan di Riau, khususnya di kota Pekanbaru. Cap Go Meh memberi warna kegiatan budaya di Kota Pekanbaru," paparnya.

( Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda )

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved