Gagalkan Peredaran Narkoba

Polda Riau Gagalkan Peredaran Sabu 35 Kg, Kapal Pembawa Ternyata Baru Kali Itu Terlihat di Pelabuhan

Pelaku menyelundupkan sabu 35 Kg lewat pelabuhan rakyat yang berada di kecamatan Sungai Sembilan.

Polda Riau Gagalkan Peredaran Sabu 35 Kg, Kapal Pembawa Ternyata Baru Kali Itu Terlihat di Pelabuhan
Istimewa
Ditres Narkoba Polda Riau berhasil menggagalkan penyelundupan 35 kg sabu asal Malaysia, pada Rabu (5/2/2020) di Kota Dumai. 

DUMAI - Ditres Narkoba Polda Riau berhasil menggagalkan penyelundupan 35 kg sabu asal Malaysia, pada Rabu (5/2/2020) di Kota Dumai.

Pelaku menyelundupkan sabu lewat pelabuhan rakyat yang berada di kecamatan Sungai Sembilan.

Bahkan setalah tim Polda Riau menggelar Pres Rilis, Staf Humas Polda Riau, Iptu Ade, didampingi Kasubag Humas Polres Dumai, AKP Dedi meninjau pelabuhan ‎rakyat Nerbit, Kecamatan Sungai Sembilan, pada Minggu (9/2/2020) petang.

Berdasarkan pantauan dilapangan, kondisi pelabuhan rakyat ini terlihat beberapa kapal nelayan yang bersandar dengan aktifitas membongkar buah kelapa sawit dari pulau-pulau yang ada di Dumai.

‎Berdasarkan keterangan dari saksi mata yang melihat langsung proses penangkapan dua tersangka pembawa 35 kg Narkoba, Riki mengaku, proses penggerebekan pelaku pembawa sabu itu berlansung cepat.

Diakuinya, bahwa kapal yang bersandar di pelabuhan rakyat Nerbit itu, memang baru terlihat, dan bahkan memang tidak pernah terlihat bersandar untuk melakukan aktivitas seperti biasanya.

"Ya kita gak curiga sih bang, kan kapal siapa saja bebas bersandar dipelabuhan ini (pelabuhan rakyat), dan kami juga gak tahu kalau mereka atau kapal Pancung itu membawa narkoba, tau nya pas orang polda menggerebek itulah bang," sebutnya, Minggu petang.

Riki menjelaskan, ‎selama dirinya beraktifitas di pelabuhan ini, memang ia tidak pernah melihat para pelaku yang membawa narkoba tersebut.

"Memang baru kali ini saya melihat bang, saya aja gak kenal entah dari mana, selama kami beraktivitas disini kami juga gak ada nampak," tambahnya.

Lebihlanjut diterangkanya, saat penggerebekan tersebut, dirinya hanya melihat dua orang yang dibawa oleh Polda Riau, Bersama dengan ‎puluhan bungkus serta satu renteng cairan.

"Gak tahu bang cairannya cairan apa, yang jelas kalau bungkusnya ada sekitar 35 bungkus Bang," imbuhnya.

Saat ditanya, apakah kegiatan sehari-hari pelabuhan rakyat ini, Riki menjawab, biasanya aktivitas bongkar muat buah kelapa sawit dari pulau-pulau, dan kegiatan lainnya.

"‎Kapal itu memang baru sekali itu terlihat sandar bang, di pelabuhan ini, biasanya gak pernah nampak," tegasnya.

(tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra).

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved