Cerita Dokter Setelah Menyunat Pria Mualaf Berusia 75 Tahun, Ungkap Perbedaaan dan Cara Pengerjaan

Heri Susanto alias Acun, baru merasakan pengalaman disunat atau khitan di usianya yang sudah menginjak angka 75 tahun.

Tribunbanyumas.com
kakek diantar cucunya untuk sunat 

Syukuran diadakan bersama keluarganya.

Ilustrasi
Ilustrasi (YouTube)

"Besok akan mengadakan syukuran kecil-kecilan. Ya bersama keluarga," terangnya.

Suardi, pemilik klinik Kasih Medika, mengaku bukan pertama kalinya mendapatkan pasien disunat di usia dewasa.

Kliniknya telah dua kali mendapatkan pasien dewasa hendak melakukan sunat.

"Pasien pertama orang Sumbawa yang menikah dengan warga Purbalingga."

"Kemudian orang Jepang bekerja dengan orang Desa Kramat yang minta disunatkan di sini (kliniknya), dan Pak Heri ini yang ketiga," beber Suardi.

Menurutnya, secara umum tidak ada perbedaan signifikan mengkhitan anak-anak maupun dewasa.

Yang membedakan khitan orang dewasa adalah pengecekan gula darah dan tekanan darah.

"Sebelum pemeriksaan dilakukan wawancara dulu terkait alergi obat maupun penyakit kronis."

"Untuk membedakan lagi ya cara pengerjaannya saja," jelasnya. (TribunStyle.com)

Sebagian dari artikel ini telah tayang sebelumnya di Suar.id dengan judul 'Setelah Mengumpulkan segala Keberaniannya, Akhirnya Kakek 75 Tahun Ini Berani Disunat, Istri: paling cuma Sakit Sehari Dua Hari'

Editor: Hendri Gusmulyadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved