Dampak Observasi WNI dari Wuhan, di Natuna, Gagal Langsungkan Resepsi Pernikahan, Hingga Mengungsi

Observasi terhadap ratusan WNI dari Kota Wuhan, China di Natuna masih terus dilakukan oleh Kementerian Kesehatan.

Dampak Observasi WNI dari Wuhan, di Natuna, Gagal Langsungkan Resepsi Pernikahan, Hingga Mengungsi
Puspen TNI via Tribunnews
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksdya TNI Yudo Margono, S.E., M.M. selaku Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) Operasi Bantuan Kemanusiaan Natuna, melaksanakan olahraga bersama dengan Seluruh Elemen Masyarakat, pemuda, pelajar, Pemkab Natuna serta TNI dan Polri. di Pantai Piwang, Kec. Bunguran Timur, Kab. Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (9/2/2020). 

Dampak Observasi WNI dari Wuhan, di Natuna, Gagal Langsungkan Resepsi Pernikahan, Hingga Mengungsi

TRIBUNPEKANBARU.COM - Observasi terhadap ratusan WNI dari Kota Wuhan, China di Natuna masih terus dilakukan oleh Kementerian Kesehatan.

Observasi dilakukan selama 14 hari.

Warga di Kampung Tua Penagi merasakan langsung dampak observasi tersebut.

Warga di sini paling was-was karena jarak perkampungan ke hanggar Lanud Raden Sadjd hanya 1 Km. Mereka sempat mengungsi ke rumah kerabat yang lebih jauh hingga keluar pulau agar bebas dari teror virus corona yang menghantui.

Berikut beberapa fakta amatan Tribunnews.com yang menggambarkan kecemasan ‎warga di bawah bayang-bayang ancaman virus corona selama satu minggu masa observasi.

Petugas medis sedang memeriksa sampel virus corona di laboratorium medis, Wuhan, China, 6 Februari lalu.
Petugas medis sedang memeriksa sampel virus corona di laboratorium medis, Wuhan, China, 6 Februari lalu. (AFP)

1. ‎Warga Berdiam Diri di Rumah

Satu hari setelah kedatangan WNI dari Wuhan, China, Pantauan Tribunnews.com Senin (3/2/2020) warga di Kampung Tua Penagi masih dilanda ketakutan. ‎Jendela dan pintu rumah warga tertutup rapat. Mereka memilih berdiam diri di rumah.

2. Ditinggal Warga Mengungsi, Kampung Tua Penagi Seperti Kota Mati

Situasi di Penagi makin sepi, warga pilih mengungsi meninggalkan rumah mereka. Kampung ini layaknya kota mati, tanpa aktivitas warga. Satu keluarga di Penagi bahkan histeris ketika hendak mengungsi.

Halaman
1234
Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved