PAN Riau Ukur Elektabilitas Kandidat Kepala Daerah Lewat Survei Akhir Februari Ini

Partai Amanat Nasional (PAN) akan melakukan survei untuk mengukur elektabilitas bakal calon yang akan diusung di Pilkada sembilan kabupaten dan kota.

PAN Riau Ukur Elektabilitas Kandidat Kepala Daerah Lewat Survei Akhir Februari Ini
Partai Amanat Nasional (PAN) 

PAN Riau Ukur Elektabilitas Kandidat Kepala Daerah Lewat Survei Akhir Februari Ini

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Partai Amanat Nasional (PAN) akan melakukan survei untuk mengukur elektabilitas bakal calon yang akan diusung di Pilkada sembilan kabupaten dan kota di Riau akhir Februari ini.

Saat ini proses penjaringan dan verifikasi pendaftar sudah selesai semua di tingkat kabupaten dan kota.

"25 Desember lalu kan proses penjaringan sudah diselesaikan di daerah. Kami juga sudah verifikasi ke daerah bersangkutan, semuanya sekarang sudah di DPW," ujar Ketua penjaringan Balon Pilkada DPW PAN Riau Mustafa Kamal kepada Tribun, Senin (10/2/2020).

Menurut Mustafa Kamal, saat ini pihaknya di pengurus DPW tinggal mengumpulkan seluruh bakal calon baik yang mendaftar sebagai bupati atau wali kota maupun wakilnya.

"Tinggal lakukan survei akhir Februari ini sudah dimulai. Paling tidak dalam waktu dekat ini sudah dilakukan pertemuan dengan calon untuk bicarakan survei," kata Mustafa Kamal.

Panglima TNI dan Kapolri ke Riau Rabu Besok, Ini Agendanya

Untuk rencana survei ini memang mesti dibicarakan bersama kandidat.

Karena tergantung berapa sampel kesepakatan nantinya setiap daerah.

Kasus Narkoba di Riau, Penangkapan Bandar Narkoba hingga Pemuda Cari Sampingan Jadi Pengedar Narkoba

Begitu juga lembaga survei yang ditetapkan.

"Makanya kami berencana juga akan kumpulkan seluruh bakal calon nanti untuk bahas rencana survei," papar Mustafa Kamal.

Sementara untuk kandidat yang saat ini sudah ada pada pengurus DPW, menurut Mustafa Kamal sudah ada yang berpasangan.

Tapi ada juga yang belum.

"Pendaftar lumayan banyak juga. Seperti di Bengkalis dan Dumai itu banyak. Ada yang sudah berpasangan ada yang belum," ujar Mustafa.

Menurutnya, selain hasil survei, yang akan menjadi pertimbangan partai dalam memutuskan bakal calon yang diusung yakni koalisi partai dan pasangan saat maju.

"Di partai ada kompromi politik, jadi bukan hanya masalah survei yang paling utama. Sejalan dengan survei diiringi dengan koalisi partai. Intinya yang sejalan dengan PAN harus dibangun komunikasi," jelas Mustafa. (Tribunpekanbaru.com/Nasuha Nasution)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved