Breaking News:

Berita Riau

REMAJA 16 Tahun di Riau Disetubuhi Pemuda 29 Tahun Hingga Hamil 4 Bulan, Terungkap Saat Korban Demam

Remaja 16 tahun di Riau berinisial RBP dicabuli pemuda 29 tahun berinisial DSL hingga hamil 4 bulan, terungkap saat korban demam

Penulis: Bynton Simanungkalit | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Instagram.com/@ibuhamil_cantik/Ilustrasi/Kolase/Nolpitos Hendri
REMAJA 16 Tahun di Riau Disetubuhi Pemuda 29 Tahun Hingga Hamil 4 Bulan, Terungkap Saat Korban Demam 

Sementara itu, seorang gadis remaja 14 tahun di Pekanbaru dicabuli pacar dan kakeknya, hal ini terungkap berawal dari terciduk mesum di rumah.

Gadis remaja itu berinisial SR dan sudah ditangani PPA kepolisian, sementara pacar korban sudah mendekam di penjara, sedangkan kakek korban buron dan sedang dikejar polisi.

Aparat kepolisian dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polresta Pekanbaru saat ini sedang mencari keberadaan seorang pria tua berinisial Z.

Dia diduga sudah melakukan tindakan asusila terhadap cucunya sendiri, SR (14 tahun).

Hal ini terungkap saat SR, ditangkap basah oleh warga sedang berbuat mesum di rumah kakeknya itu, di Jalan Pemuda, Pekanbaru.

Saat itu SR tengah asyik berduaan bersama pacarnya, FR yang juga masih dibawah umur.

"Setelah diintrogasi, terungkap jika kakek korban, sudah lebih dulu mencabuli cucunya itu sejak setahun belakangan," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, Jumat (3/1/2020).

Disebutkan Nandang, korban secara resmi sudah membuat laporan, pada 31 Desember 2019 lalu.

Pacar korban berinisial FR, sudah diamankan dan dititipkan di Lapas Anak pada hari ini.

"Sementara untuk kakek korban, saat ini keberadaanya masih terus dicari oleh petugas," pungkasnya.

REMAJA 14 Tahun di Riau Disetubuhi Ayah Tiri 4 Kali

Gadis remaja 14 tahun di Riau disetubuhi ayah tiri 4 kali dan usai lampiaskan nafsu pelaku ancam bunuh korban kalau menceritakan kepada orang lain.

Gadis remaja 14 tahun di Riau disetubuhi ayah tiri 4 kali itu juga disiksa pelaku sejak korban berumur 8 tahun, bahkan ibu korban juga disiksa pelaku.

Gadis remaja 14 tahun di Riau disetubuhi ayah tiri 4 kali itu berinisial AG.

AG harus menelan pil pahit karena AG harus melewati masa kanak-kanak hingga remaja dengan penuh siksaan badan maupun batin.

AG menjadi korban kekerasan oleh ayah tirinya berinisial ES (39) warga Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, Riau.

Bukan hanya itu, selain mengalami tindak kekerasan oleh sang ayah sejak usia 8 tahun, ia juga menjadi budak nafsu setan ES.

Bahkan, ibu korban juga ikut menjadi bulan-bulanan kemarahan pelaku.

Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira dikonfirmasi melalui Kapolsek Bukit Kapur, AKP Tumara menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku berawal dari laporan masyarakat sekitar terkait adanya seorang anak yang menjadikan korban kekerasan ayah tiri.

Diceritakannya, perbuatan pelaku terungkap ketika korban melarikan diri dari rumahnya dan meminta pertolongan dengan warga sekitar, pada Minggu (1/12/2019) lalu.

Lebih lanjut diterangkanya, korban menceritakan kepada warga, bahwa dirinya mengalami tindak kekerasan oleh ayah tirinya.

"Korban menyatakan bahwa dirinya ditendang oleh ayah tirinya karena pelaku menyuruh korban mendorong sepeda motor yang mogok, namun sepeda motor tidak mau juga hidup pelaku emosi dan menendang bagian perutnya," katanya pada Kamis (5/12/2019).

Selain itu, tambahnya, ibu korban juga dipukul oleh pelaku menggunakan martil.

Atas cerita itu, masyarakat melaporkan kejadian itu ke Polsek Bukit Kapur.

"Menurut keterangan korban, aksi kekerasan yang dialaminya berlangsung sejak dirinya berusia 8 tahun. Ia selalu mengalami kekerasan fisik. Bahkan, korban juga sudah 4 kali disetubuhi oleh pelaku. Setiap kali usai menyetubuhi korban, pelaku selalu mengancam akan membunuh korban kalau menceritakan hal tersebut kepada orang lain," ungkapnya.

Berdasarkan laporan dan keterangan korban, terangnya, Polsek Bukit Kapur lakukan pemeriksaan saksi dan korban hingga dilakukan visum et refertum.

Kapolsek mengaku, tak menunggu lama, pada hari yang sama pelaku berhasil diamankan petugas di kediamannya.

"Pelaku beserta barang bukti telah kita amankan di Mapolsek Bukit Kapur guna penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.

Gadis 14 Tahun Jadi Pelampiasan Nafsu Ayah Tiri

Sementara itu di Sumenep juga seorang anak gadis berusia 14 tahun menjadi pelampiasan nafsu bejat ayah tirinya AH.

Pria berusia 39 tahun memperkosa anak gadisnya di dalam kamar kosan.

Korban anak gadis berinsial NA tak bisa berbuat banyak saat sang ayah tiri minta dilayani di kosan.

Sebab, pelaku akan marah besar jika korban tak mau melayaninya.

Hal itu terjadi korban dan pelaku sedang berdua di kosan yang berlokasi di Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep.

Aksi persetubuhan antara ayah tiri dan korban rupanya bukan hanya sekali.

Namun, sudah berulang kali korban dipaksa melayani nafsu bejatnya tersebut.

Malahan, persetubuhan yang dilakukan oleh pelaku kepada gadis berusia 14 tahun itu atas sepengetahuan ibu kandung korban SBF.

Namun, sang ibu tak bisa berbuat banyak saat tau anak gadisnya menjadi korban pelampisan nafsu sang suami.

Sebab meskipun korban sudah menceritakan pada sang ibu kandungnyanya.

Ibu kandung NA lebih memilih diam dan tidak marah kepada pelaku yang tak lain suaminya.

Lantaran, sang ibu takut diperlakukan kasar oleh suaminya tersebut.

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas membenarkan perihal kejadian anak gadis diperkosa ayah tirinya tersebut.

Ilustrasi
Ilustrasi - GADIS Remaja 16 Tahun di Riau Disetubuhi Paman Berkali-kali, Masih Digauli Walau Sudah Hamil 5 Bulan

Menurutnya, pelaku AH saat ini sudah ditahan untuk menjalani pemeriksaan di Unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Polres Sumenep.

Ia melanjutkan, pelaku diamankan pada, Rabu (20/11/2019) pukul 17.00 WIB sore.

Penangkapan tersangka setelah ada Laporan Polisi dalam kasus pencabulan nomor. LP/196/XI/2019/Jatim/ResSmp, tanggal 20 Nopember 2019.

"Terlapor atau ayah tirinya ini ditahan sesuai laporan dari saudara S (42) warga Kabupaten Sorong Papua Barat," kata Widiarti Sutioningtyas, Kamis (21/11/2019) dikutip dari TribunnewsBogor.com dari Tribun Madura (Jaringan Tribunjatim.com)

AKP Widiarti Sutioningtyas menceritakan kronologi kejadian yang menimpa anak gadis dibawah umur itu.

Menurutnya, peristiwa itu terjadi di rumah kos milik pelaku Agus Haryadi.

"Pada bulan oktober 2019 lalu, sekira pukul 13.30 WIB di dalam kost milik Agus Hariyadi, Desa Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep," katanya.

Menurut polisi, saat itu pelaku dan korban sedang berada di rumah kos berdua.

Ibu kandung korban sedang pergi keluara rumah.

Ia melanjutnya, modus dari ayah tiri bejat ini katanya melampiaskan nafsu biologisnya setelah nonton film dewasa di ponsel.

Setelah itu, pelaku memaksa anak gadisnya untuk melakukan hubungan intim saat hanya berdua di dalam kamar kos.

"Sedangkan saat melakukan itu istrinya sedang bekerja, di laundry yang lokasinya berada didepan kostnya," paparnya.

ilustrasi
Ilustrasi - GADIS Remaja 16 Tahun di Riau Disetubuhi Paman Berkali-kali, Masih Digauli Walau Sudah Hamil 5 Bulan (SHUTTERSTOCK)

Menurutnya, korban bukan hanya satu kali saja disetubuhi oleh ayah titinya tersebut.

Mantan Kapolsek Kota Sumenep ini juga mengatakan, korban dipaksa melakukan persetubuhan yang dilakukan secara berulang ulang oleh ayah tirinya.

"Hal tersebut dilakukan setelah korban pulang dari sekolahnya. Terlapor ini melakukan persetubuhan terhadap korban yang disertai dengan ancaman walaupun isttinya sudah mengetahuinya," katanya.

Adanya kejadian tersebut, korban sudah bercerita kepada ibu kandungnya.

"Namun Siti Nur Faidah istrinya ini tidak bisa berbuat apa apa lantaran terlapor sering melakukan kekerasan terhadapnya," ungkapnya.

Barang bukti yang diamankam berupa celana kain motif bunga bunga, baju kemeja warna abu abu motif bunga, miniset/BH warna merah muda dan celana dalan warna merah.

Diperkosa karena Minta Dinikahkan

Kasus ayah perkosa anak juga pernah terjadi di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Seorang ayah kandung berinisial AJ (42) tega memperkosa putrinya sendiri

Bahkan, sang putri yang masih berusia 14 tahun itu digagahi oleh ayah kandungnya hingga sembilan kali.

Korban tak bisa berbuat banyak lantaran diancam oleh ayah kandungnya jika tidak mau melayani nafsu bejatnya.

Hubungan badan sedarah antara ayah dan anak kandungnya ini terjadi ketika korban minta izin ingin dinikahkan.

Namun, hal itu menjadi awal petaka yang harus dialami oleh Bunga.

"Kepada penyidik tersangka AJ mengaku sudah menyetubuhi putri kandungnya sebanyak 9 kali,” ungkapnya.

Sejak bercerai dengan ibu korban, AJ menikah lagi dengan perempuan lain yang menjadi ibu tiri korban.

”Sejak masih kecil setelah kedua orang tuanya bercerai, korban memang tinggal bersama ayahnya (tersangka) dan ibu tirinya,” terang Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo dikutip TribunnewsBogor.com dari Surya.co.id saat rilis di Mapolres Malang, Rabu (13/11/2019) sore.

Awalnya, korban tinggal bersama sang kakek ketika ayah kandungnya terlibat kasus hukum dan masuk penjara.

Namun, pada tahun 2018 ayah kandung korban ini bebas dari penjara.

Korban yang semula tinggal bersama kakeknya akhirnya kembali tinggal bersama ayah kandungnya, AJ.

”Mengetahui ayahnya sudah bebas dari penjara, korban sempat izin kepada AJ untuk menikah dengan tunangannya,” kata AKP Tiksnarto Andaru

Mantan Kasat Reskrim Polres Gresik itu menerangkan, tersangka AJ yang saat ini sudah diamankan polisi ini mengancam tidak akan merestui hubungan korban dan menolak menjadi wali nikah.

Menurutnya, ada syarat yang harus dipenuhi jika korban mau dinikahkan.

Syarat tersebut yakni AJ minta berhubungan badan dahulu dengan putrinya.

"Tersangka mengancam tak merestui pernikahan anaknya apabila tak menuruti keinginan tersangka berhubungan badan," katanya.

Awal petaka yang dialami Bunga ketika ia diajak sang ayah menginap di sebuah penginapan di kawasan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan pada tahun 2018 lalu.

Di penginapan itulah, sang ayah melampiaskan nafsu bejatnya kepada putri kandungnya sendiri yang saat itu meminta izin menikah.

Terlebih, Bunga diancam akan dipukul jika tak mau menuruti kemauannya.

Saat itu, tak banyak yang bisa diperbuat oleh Bunga.

Bunga pun merelakan tubuhnya disetubuhi ayah kandungnya, AJ.

Namun, kelakuan AJ semakin menjadi-jadi.

Sejak saat itu, AJ selalu minta jatah kepada putri sendiri.

Tak hanya di penginapan, AJ juga melampiaskan nafsu bejatnya ketika istrinya sedang tidur di rumah.

”Sejak tahun 2018 hingga bulan November 2019, tersangka sudah menyetubuhi korban sebanyak 9 kali. 5 di antaranya terjadi di penginapan yang ada di Tretes, 2 kali di rumahnya saat istri tersangka tertidur, dan 2 sisanya terjadi di sebuah losmen yang ada di wilayah Kecamatan Lawang,” ungkap Andaru.

Tersangka AJ dipaparkan dalam rilis di halaman Unit Reskrim Polres Malang, Rabu (13/11/2019).
Tersangka AJ dipaparkan dalam rilis di halaman Unit Reskrim Polres Malang, Rabu (13/11/2019).

Korban sudah seringkali menuruti nafsu bejat tersangka.

Tapi, ia tak kunjung mendapat restu menikah dari sang ayah.

Merasa tersakiti, korban akhirnya menceritakan kejadian pilu yang dialaminya kepada kakek dan tunangannya.

Pada Selasa (5/11/2019) tunangan Bunga mendapat kabar jika kekasihnya hendak disetubuhi lagi oleh ayah kandungnya.

Kabar tersebut menerangkan bahwa AJ kembali mengajak korban berhubungan badan, di salah satu penginapan yang ada di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Kejadian ini kemudian dilaporkan tunangan korban ke Polsek Lawang.

Laporan tersebut diterima oleh anggota kepolisian.

Petugas gabungan dari Polsek jajaran dan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang, datang ke lokasi kejadian untuk melakukan penyergapan.

Ternyata benar, polisi mendapati tersangka AJ dan korban sedang berdua bersama di losmen yang ada di Kecamatan Lawang tersebut.

Untuk kepentingan penyidikan, pakaian korban dan tersangka AJ digelandang petugas ke kantor UPPA Satreskrim Polres Malang.

”Tersangka kami jerat dengan pasal 81 juncto pasal 76 D dan pasal 82 juncto 76 E nomor 35 tahun 2014, tentang perlindungan anak dan kekerasan serta persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

Karena tersangkanya merupakan ayah kandung korban, maka ancaman hukumannya ditambah 1/3 yang membuat tersangka diancam dengan kurungan penjara maksimal 20 tahun," ungkap Andaru.

Di sisi lain, tersangka AJ hanya bisa merunduk saat digelandang petugas di halaman Satreskrim Polres Malang sore itu.

Ketika ditanya apakah tidak mendapat "jatah" dari istrinya, AJ hanya diam saja.

Tapi ia lebih memilih melampiaskan nafsu ke anaknya karena sebuah alasan lain.

"Itu (korban) anak kandung saya. Saya kecewa anak saya tidak perawan lagi, nakal gitu lo. Saat saya berhubungan badan, istri tak tahu," ungkap pria bertato kemudian digelandang petugas menuju ruang tahanan.

Remaja 16 Tahun Asal Wonogiri Dirudapaksa 6 Pria Hingga Hamil

Sementara itu, pihak kepolisian belum bisa memastikan ayah biologis dari bayi yang dikandung remaja korban pemerkosaan berinisial AN (16).

AN merupakan remaja asal Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri yang menjadi korban pemerkosaan enam orang lelaki hidung belang.

Meski satu orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun pihak kepolisian belum bisa memastikan mana ayah jabang bayi tersebut.

Menurut Kasat Reskrim AKP Purbo Adjar Waskito yang mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, pihaknya akan melakukan tes DNA setelah bayi itu lahir.

"Tes DNA bisa dilakukan setelah bayi itu lahir, nanti setelah lahir DNA bayi akan diambil dan dicocokkan," kata AKP Purbo Adjar Waskito saat ditemui usai acara di Eromoko, Wonogiri Jumat (8/11/2019).

Satu orang yang telah ditetapkan menjadi tersangka adalah SYN (39), yang masih tetangga korban.

Ilustrasi korban pemerkosaan
Ilustrasi GADIS Remaja 16 Tahun di Riau Disetubuhi Paman Berkali-kali, Masih Digauli Walau Sudah Hamil 5 Bulan (KOMPAS.com)

Dia mengatakan, SYN ini telah menyetubuhi korban sebanyak dua kali dalam waktu yang berbeda.

"Tersangka ini menjanjikan sesuatu kepada korban untuk melayaninya dengan memberikan sejumlah uang," jelasnya.

Dari keterangan tersangka, korban ini bisa disewa untuk memuaskan nafsu bejatnya.

"Menurut tersangka, dia mendapatkan informasi dari temannya jika korban ini bisa dalam tanda kutip dipakai, dengan bertransaksi," imbuhnya.

Namun dari keterangan korban kepada pihak kepolisian, hal itu langsung dibantah oleh korban.

"Menurut korban, dia tidak mengakui bisa dalam tanda kutip dipakai," imbuhnya.

Perihal lima tersangka lain yang juga pernah memperkosa korban, AKP Purbo mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman.

"Kita lakukan pengembangan, satu tersangka yang sudah ditetapkan ini sudah memenuhi unsur dari alat bukti dan keterangan saksi. "Nanti yang lain akan dikembangkan dari penyidikan keterangan satu orang ini," jelasnya.

Kasus Pencabulan di Riau - Tribunpekanbaru.com / Bynton Simanungkalit.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved