Sopir Truk Demo

VIDEO Ratusan Sopir Demo Ke DPRD Riau Bawa Mobil Truk, Ruas Jalan Pekanbaru Macet

Selain itu demo terkait adanya tindakan penilangan yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap supir truk yang melintas didalam Kota Pekanbaru.

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ratusan orang dari Serikat Supir Truk Pekanbaru, menggelar aksi damai di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, Senin (10/2/2020) pagi.

Informasi yang dirangkum Tribun, aksi ini digelar terkait tindakan penilangan perihal rambu-rambu yang tidak sesuai kesepakatan mediasi.

Selain itu demo terkait adanya tindakan penilangan yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap supir truk yang melintas didalam Kota Pekanbaru.

Pendemo menilai tindakan penilangan tersebut tidak sesuai dengan hasil pertemuan 27 Januari dan 3 Februari 2020 lalu.

Aksi yang digelar sejak pukul 09.00 WIB ini, dikawal aparat kepolisian.

Para supir yang berdemo ini, bahkan turut membawa truk-truk mereka. Ratusan truk tersebut, berjejal diparkir di pinggir kedua ruas Jalan Jenderal Sudirman.

Dengan cara parkir lapis 2 hingga 3 unit truk. Akibatnya, arus lalu lintas menjadi terhambat dan timbul kemacetan.

Para perwakilan supir truk ini juga menyampaikan orasi di depan gerbang Kantor DPRD Riau.

Adapun orasi dari sopir truk ini yakni, pertama, sesuai pertemuan tanggal 27 Januari dan 03 Februari 2020 antara SSTP, Aptrindo, Organda dan perwakilan organisasi transportasi se-Kota Pekanbaru bersama Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau, Satlantas Kota Pekanbaru dan Polda Riau, beserta Dinas dan Instansi terkait, disimpulkan bahwa tidak boleh ada penilangan dari aparat hukum terkait larangan/rambu forbidden yang baru diterapkan kepada seluruh supir truk roda 6 yang melintas dalam kota. 

Namun aparat penegak hukum tetap melakukan himbauan/teguran/sosialisasi terkait SK Walikota Nomor 649 Tahun 2019 tersebut kepada supir-supir di lapangan hingga SK turunan dari Dishub Kota Pekanbaru dikeluarkan.

Kedua, mereka meminta agar petugas melepaskan dan mengembalikan tanpa syarat seluruh armada truk, sebanyak 3 unit kepada pemilik, yakni supir yang ditahan oleh Ditreskrimsus Polda Riau terkait penangkapan dan penindakan di Quarry Tanah dan Pasir di Kilometer 13-Garuda Sakti, Kabupaten Kampar, per hari ini, Senin (10/2/2020).

Ketiga, terkait penutupan dan penangkapan di Quarry tersebut (poin kedua), diharapkan dinas terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu Provinsi Riau dan dinas terkait lainnya untuk segera melakukan sosialisasi dan himbauan kepada seluruh pemilik dan pelaku usaha galian tanah, pasir serta batu, khususnya Pekanbaru dan sekitarnya tentang izin usaha galian C.

Mereka meminta supaya tidak ada aksi penutupan ataupun penangkapan oleh aparat penegak hukum kepada pemilik usaha maupun pelaku usaha hingga proses mediasi dan audensi serta sosialisasi antar instansi dan dinas terkait selesai dilaksanakan.

(www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir)

Penulis: Dodi Vladimir
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved