Pakai Dana Utang untuk Berangkat, Bina Bakat FC Kalah Telak di Laga Perdana Soeratin U-17

Bina Bakat FC mewakili Riau di Piala Soeratin U-17 yang digelar di Malang. Kekalahan perdana disebut akibat faktor nonteknis.

Pakai Dana Utang untuk Berangkat, Bina Bakat FC Kalah Telak di Laga Perdana Soeratin U-17
Istimewa
Bina Bakat FC mewakili Riau di Piala Suratin U-17 di Malang. Pada laga perdana di Lapangan Universitas Muhammadiyah Malang, tim Bina Bakat takluk 3-0 dari tim tim Kalsel, Senin (10/2). 

tribunpekanbaru.com - Hasil negatif diterima anak-anak Bina Bakat FC, yang menjadi wakil Riau di laga pembuka Piala Soeratin U-17, di Lapangan Universitas Muhammadiyah Malang, Senin (10/2) sore lalu.

Tim wakil Riau ini harus mengakui keunggulan tim Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan skor telak 3-0. Kekalahan perdana ini ditenggarai karena faktor nonteknis. Namun yang paling berpengaruh adalah masalah anggaran. Tim memang tak dapat bantuan dana dari KONI Riau untuk mengikuti Soeratin U-17.

"Kalau secara permainan kami tidak kalah dari lawan. Sejatinya kami bisa mengimbangi, namun faktor nonteknis menjadi kendala tim ini," kata manajer Bina Bakat, Anton Yahya, Selasa (12/2).

Faktor nonteknis itu adalah kelelahan. Menurut Anton, skuad besutan pelatih Efri Marson ini baru bertolak pada hari Minggu (9/2) ke Malang, dan Senin langsung bertanding.

"Tim sampai di Malang pada Minggu malam. Lalu pada Senin langsung bertanding. Sementara lawan sudah adaptasi dengan cuaca di Malang sejak H-2 sebelum pertandingan," papar Anton.

Bukan itu saja, menurutnya kekalahan juga akibat beberapa pemain belum bisa diturunkan pada laga perdana. "Tahap pertama kita berangkatkan 13 pemain plus tiga ofisial. Dari jumlah itu cuma 12 yang bisa dimainkan, sisanya menunggu verifikasi dari PSSI," tuturnya.

Pada Selasa (11/2) kemarin, enam pemain sisa dan satu ofisial baru bisa bertolak ke Malang untuk menambal kekurangan tim.

Sedangkan untuk biaya keberangkatan, menurutnya manajemen harus meminjam uang. "Untuk biaya keberangkatan, sampai saat ini kami belum dapat bantuan. Kami terpaksa berutang demi prestasi anak-anak Riau," terang Anton.

Dikatakan, dirinya selaku manajer sudah berjuang mencari bantuan dana, termasuk ke KONI Riau melalui Asprov PSSI Riau. Namun sampai berita ini dirilis, belum ada kepastian bantuan dana dari induk olahraga di Riau itu. Sebelumnya, Bina Bakat mengajukan mengajukan proposal sebesar Rp172 juta untuk mengikuti Soeratin U-17 ini.

Sesuai jadwal, tim Riau akan bertanding lagi di penyisihan grup melawan tim Kalteng pada Rabu (13/2) ini. Anton berharap semangat anak-anak tetap terjaga meski tim masih dilanda finansial.

Di Piala Soeratin U-17 ini, tim Riau tergabung di grup C bersama Kalsel, Kalteng, dan NTB. Jumlah tim yang berlaga di ajang ini 32 dari seluruh Indonesia dan dibagi dalam 8 grup. (saf)

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved