Pekanbaru

Bayi Penderita Bocor Jantung di Pekanbaru ini Butuh Donatur untuk Bisa Berobat ke Jakarta

Penyakit ini diketahui setelah kedua orang tuanya curiga dengan pembengkakan di dada anak pertama mereka tersebut.

Bayi Penderita Bocor Jantung di Pekanbaru ini Butuh Donatur untuk Bisa Berobat ke Jakarta
Istimewa
Kaina Dinara Seprianto (8 bulan), bayi penderita bocor jantung di Pekanbaru. 

PEKANBARU - Bayi dengan bocor jantung kembali ditemukan di Kota Pekanbaru, tepatnya di Jalan Kasah, Gang Selempayo, no. 134, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau.

Bayi tersebut bernama Kaina Dinara Seprianto (8 bulan), anak dari Ferdi Seprianto (25) dan rina anggraini (25) saat ini di sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad Pekanbaru, lantaran muntah darah akibat penyakit yang di deritanya.

Kaina divonis menderita bocor jantung sejak usianya menginjak 3 bulan.

Penyakit ini diketahui setelah kedua orang tuanya curiga dengan pembengkakan di dada anak pertama mereka tersebut.

“Kita tahu setelah ada bengkak dibagian dada, kemudian kita periksa ke Puskesmas, lalu dari Puskesmas dirujuk ke RS Eka Hospital, dan divonis menderita jantung bocor,” jelas Ferdi, ayah Kaina di RSUD AA Pekanbaru, Selasa (11/2/2020).

Kaina Dinara Seprianto (8 bulan), bayi penderita bocor jantung di Pekanbaru.
Kaina Dinara Seprianto (8 bulan), bayi penderita bocor jantung di Pekanbaru. (Istimewa)

Dari lahir hingga memasuki bulan ketiga, Ferdi mengaku tidak mengetahui dan melihat hal aneh yang ada pada anak perempuannya tersebut.

"Dari lahir sampai bulan ketiga tidak ada yang aneh, cuma di bagian dadanya ada sedikit bengkak. Kan kita orang desa, jadi ya kita anggap itu hal biasa," ungkapnya.

Setelah beberapa kerabat dan tetangga melihat kondisi itu, Kaina disarankan agar dibawa ke puskesmas untuk di periksa.

Setelah diperiksa, pasangan suami istri itu sontak kaget mendengar hal yang tidak pernah sama sekali diketahui terjadi pada anaknya.

"Saya untuk penyakit bocor jantung saja tidak pernah dengar, tapi sekarang menimpa anak saya," ucapnya.

Kaina sudah sempat diperiksa dan menjalani pengobatan sebanyak tiga kali di RS Eka Hospital Pekanbaru. Kini ia disarankan untuk dirujuk ke RS Harapan Kita di Jakarta.

"Kaina harus dioperasi di Jakarta. Tapi, jangankan untuk mengobatinya ke Jakarta, untuk hidup saja kami pas-pasan, karena itu kami masih belum tahu harus bagaimana,” kata guru honorer di suatu sekolah swasta di Pekanbaru tersebut.

Menurut cerita sang ayah, Kaina baru bisa dioperasi kalau sudah ada dana lebih kurang Rp. 200 juta. Saat ini, Kaina tidak bisa menikmati waktu layaknya teman sebaya dia, karena penyakit yang dideranya.

"Untuk itu, kami memohon bantuan kepada para dermawan agar bisa membantu kesembuhan Kaina, karena keterangan dari dokter persentase kesembuhan sangat besar tapi harus menjalani operasi. Namun, kalau tidak di operasi secepatnya Kaina tidak bisa ditolong lagi, lantaran kondisi kesehatannya semakin memburuk," katanya seraya menambahkan bagi para donatur yang ingin membantu dapat menghubungi dirinya pada nomor hp +62 852-7818-9849 atas nama Ferdi Seprianto.(Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky)

Penulis: Theo Rizky
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved