Dinkes Riau Perketat Pemeriksaan di Pelabuhan Dumai dan SSK II untuk Antisipasi Virus Corona

Pelabuhan Dumai dan Bandara SSK II di Pekanbaru memperketat pemeriksaan terhadap penumpang yang datang dari luar negeri.

Dinkes Riau Perketat Pemeriksaan di Pelabuhan Dumai dan SSK II untuk Antisipasi Virus Corona
tribun pekanbaru
Petugas memeriksa suhu tubuh penumpang yang tiba di Bandara SSK II Pekanbaru 

tribunpekanbaru.com - Pintu masuk pendatang ke Provinsi Riau diperketat. Tidak hanya dari jalur udara, namun pintu masuk pendatang ke Riau melalui jalur laut juga diperketat. Di antaranya di pelabuhan laut internasional yang ada di Kota Dumai.

Sejumlah penumpang dari Malaysia yang masuk ke Dumai tampak dilakukan pemeriksaan saat baru tiba di pelabuhan ini. Pengelola pelabuhan internasional Dumai juga sudah melengkapi pelabuhan ini dengan alat body scanner dan thermal scanner. Setiap penumpang dari baik dari dalam negeri maupun luar negeri, seluruhnya harus melalui pemeriksaan.

Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi masuknya wabah virus corona melalui jalur laut. Kesiapan Pelabuhan Dumai ini ditinjau Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, Rabu (12/2). Peninjauan ke Dumai ini untuk memastikan virus corona tidak memasuki wilayah Riau melalui jalur laut.

"Semua penumpang yang masuk dari Malaka, Malaysia, dilakukan pemeriksaan menggunakan body scanner dan thermal scanner," katanya.

Mimi mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterima dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), hingga saat ini penumpang yang masuk dari Pelabuhan Dumai belum ditemukan ada yang terdeteksi terinfeksi virus corona yang berawal dari China.

"Semua penumpang yang masuk dari Malaysia melalui jalur laut, baik itu Warga Negara Asing (WNA) maupun Warga Negara Indonesia (WNI) tetap dilakukan pemeriksaan," ujarnya.

Dinas Kesehatan Riau bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) terus melakukan upaya pencegahan masuknya virus corona ke Riau. Meskipun penumpang dari China sudah tidak lagi diperbolehkan masuk Indonesia, namun pencegahan tetap dilakukan terhadap penumpang internasional lainnya.

Mimi mengatakan, saat ini pihaknya juga fokus melakukan pengecekan terhadap penumpang penerbangan internasional yang berasal dari negara Singapura dan Malaysia, di Bandara Sultan Syarief Kasim II Pekanbaru. Pasalnya, saat ini sudah ada ditemukan warga Singapura yang positif mengidap virus corona.

"Fokusnya sekarang penumpang yang datang dari Singapura, karena di sana sudah ada ditemukan virus corona. Tapi penumpang penerbangan internasional dari negara lain juga tetap dipantau intensif," katanya.

Selain memindai penumpang yang masuk di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II dan beberapa pelabuhan di Riau, pihaknya juga memberikan kartu kontrol kepada para penumpang internasional yang masuk ke Riau.

"Kartu kontrol ini bertujuan untuk mengetahui kondisi mereka pascabepergian ke luar negeri. Karena masa inkubasi virus ini selama 14 hari. Jika saat kedatangan mereka virus itu tidak terpantau, maka melalui kartu itu mereka bisa mengontrol kondisi kesehatannya masing-masing," ujarnya.

Jika selama 14 hari tersebut para penumpang internasional tersebut mengalami gejala-gejala yang dipaparkan di kartu tersebut, maka yang bersangkutan dapat mendatangi sarana kesehatan pemerintah terdekat.

"Nantinya petugas kesehatan akan melihat riwayat kartu kontrol tersebut, jadi dapat menentukan langkah apa yang harus dilakukan," katanya.

Terkait kondisi warga Riau yang saat ini masih menjalani observasi di Natuna, Kepulauan Riau, Mimi menyebut bahwa kondisi mereka dalam keadaan sehat. Hal tersebut diketahui dari komunikasi yang dilakukan melalui pesan singkat.

"Alhamdulillah mereka sehat semua, saya sudah komunikasi langsung dengan salah satu dari mereka," ujarnya. (smg)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved