Harga Masker Naik

Harga Masker di Pekanbaru Naik, Rahman Jual ke Batam dengan Harga Lebih Tinggi

Pembelian masker dalam jumlah banyak bagi sebagian warga Pekanbaru menyebabkan kelangkaan barang tersebut di apotek-apotek di Pekanbaru.

Harga Masker di Pekanbaru Naik, Rahman Jual ke Batam dengan Harga Lebih Tinggi
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
FOTO ILUSTRASI - Sejumlah penumpang dan petugas di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru memakai masker guna mengantisipasi penyebaran virus Corona, Senin (27/1/2020). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir). 

PEKANBARU - Pembelian masker dalam jumlah banyak bagi sebagian warga Pekanbaru menyebabkan kelangkaan barang tersebut di apotek-apotek di Pekanbaru.

Rahman, salah seorang warga Pekanbaru mengatakan, dirinya termasuk salah seorang yang sedari awal mencari masker di berbagai tempat penjualan obat di Pekanbaru.

Masker tersebut dikatakan Rahman dikirimkannya ke Kota Batam, yang kebetulan kawannya ada yang membeli di sana dalam jumlah banyak.

"Kawan saya ada di sana. Katanya untuk dijual kembali ke apotek-apotek yang ada di sana. Berapa saja dikirimkan tetap dibeli, sampai sekarang saya masih diminta untuk mencari," kata Rahman kepada Tribun, Rabu (12/2).

Dikatakan Rahman, berdasarkan informasi dari temannya yang di Batam, masker tersebut dijual pihak apotek dalam jumlah banyak saat ini, dan dijual dengan harga yang fantastis.

"Kata teman saya, dia bisa menjual jauh lebih mahal dari harga biasa ke apotek. Dari apotek tersebut nanti dijual lagi juga dengan harga yang lebih mahal. Pokoknya berapa ada dikirimkan, selalu habis," ujarnya.

Ditanya harga pembelian dan penjualan masker tersebut, Rahman mengaku awal membeli dengan harga Rp 27 ribu sekotak, sampai naik Rp 34 ribu, selanjutnya naik lagi menjadi Rp 48 ribu.

"Saya beli saat harga masih murah sebelumnya. Naik terus sampai harga Rp 48 ribu sekotak. Kemudian terus naik. Saya menjual ke kawan itu dengan harga awalnya Rp 40 ribu sekotak, sampai Rp 55 ribu sekotak. Sekali kirim bisa 100 kotak, kadang 150 kotak. Tapi belakangan sudah mulai jarang, apalagi harga terus naik dengan drastis. Sementara ini saya stop dulu," imbuhnya.

Lain lagi dengan Ridal, yang mengirimkan masker ke Dumai. Menurutnya, juga ada kawannya di sana yang membeli dengan jumlah banyak.

"Kawan saya di Dumai untuk dijual juga. Nanti ada komunitas-komunitas yang beli, untuk dikirimkan ke luar negeri, dan dibagikan di sana. Untuk kegiatan sosial bagi komunitas-komunitas tersebut. Karena kan banyak juga keluarga mereka di Cina, Singapura, dan lainnya," imbuhnya. (Tribunpekanbaru.com/Alexander).

Penulis: Alex
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved