Mahasiswa UMRI Bantu Pengusaha UMKM

Kelompok 5 Mahasiswa UMRI ini melakukan penelitian disalah satu UMKM pengelohan kayu

Mahasiswa UMRI Bantu Pengusaha UMKM
Istimewa
Mahasiswa UMRI fakultas Ekonomi dan Bisnis, program studi Akuntansi Kelompok 5 berfoto bersama. 

Mahasiswa UMRI Bantu Pengusaha UMKM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) fakultas Ekonomi dan Bisnis, program studi Akuntansi melakukan penelitian pada UMKM berkaitan dalam penentuan harga pokok produksi pada UMKM yang berada di Pekanbaru yang mana UMKM tersebut memiliki produk bersama dan sampingan.

Kelompok 5 Mahasiswa UMRI ini melakukan penelitian  disalah satu UMKM pengelohan kayu UD di Jalan Rimbo Panjang KM 15, Pekanbaru, Selasa (11/2).

UD. Bersama merupakan salah satu usaha manufaktur bergerak dibidang pengolahan kayu yang berada di Pekanbaru yang memproduksi berbagai jenis perlengkapan material bangunan seperti pintu, kusen dan jendela.

Linda Hetri Suriyanti, SE., M.Ak., Ak., CA selaku dosen pembimbing mengatakan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penentuan harga pokok produksi produk bersama dan sampingan pada UMKM.

“Penelitian ini dilakukan agar para Mahasiswa Muhammadiyah Riau dapat mengetahui bagaimana cara UMKM menghitung harga pokok produk yang mereka hasilkan, lalu dapat membuat perbandingan laporan pokok produk antara UMKM dan teori yang telah dipelajari sebelumnya. Sehingga untuk kedepannya, mereka lebih memahami teori yang telah dipelajari dan dapat mengaplikasikannya ke usaha yang dimiliki jika berbisnis kelak. ” ujarnya.

Sementara itu  Abdul Wahid, Pemilik UD. Bersama mengakui dalam menghitung harga pokok produksi dirinya hanya menghitung secara dasar tanpa terlalu memperhatikan pembebanan tiap masing-masing produk yang dihasilkan. Dan UMKM nya juga belum melakukan pengelompokan biaya secara terperinci dan tidak melakukan alokasi biaya bersama pada produk bersama yang dihasilkan. Sedangkan produk sampingan yang dihasilkan oleh UD.Bersama adalah serbuk pengetaman kayu yang mana serbuk tersebut dijual kepada masyarakat.

“Untuk harga pokok produk, saya tidak  melakukan perhitungan secara detail. Hanya perhitungan secara garis besar tentang modal dan keuntungan yang didapat.” ujar Abdul Wahid.

Ketua kelompok 5, Jonri Arnas  menyebutkan penentuan harga pokok produk ini bertujuan agar pengusaha UMKM dapat mengendalikan biaya produksi dan dapat mengeliminasi biaya yang tidak diperlukan, sehingga pengusaha UMKM dapat meningkatkan keuntungan  dan dapat lebih maju kedepannya.

Ia juga menambahkan penentuan harga pokok ini dapat dilakukan dengan mengetahui biaya-biaya apa saja yang dikeluarkan dalam proses produksi seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya bahan penolong, biaya overhead pabrik, dan sebagainya.

"Penentuan harga pokok produk ini diperlukan oleh UD. Bersama agar dapat menghilangkan biaya yang tidak perlu agar keuntungan semakin banyak didapat,  mengingat usaha ini berpotensi tinggi untuk dikembangkan menjadi lebih besar," ungkap Jonri.

Penulis: Dodi Vladimir
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved