Berita Riau

SIDANG Ujaran Kebencian keoada JOKOWI Dihadiri Komisi Yudisial, Majelis Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa

Sidang kasus ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan terdakwa Usman kembali di gelar

SIDANG Ujaran Kebencian keoada JOKOWI Dihadiri Komisi Yudisial, Majelis Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa
Net
SIDANG Ujaran Kebencian keoada JOKOWI Dihadiri Komisi Yudisial, Majelis Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa 

SIDANG Ujaran Kebencian keoada JOKOWI Dihadiri Komisi Yudisial, Majelis Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa

TRIBUNPEKANBARU.COM, INDRAGIRI HILIR - Sidang kasus ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan terdakwa Usman kembali di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Tembilahan.

Berbeda dari sidangsidang sebelumnya, sidang ke IV dengan agenda pembacaan putusan atas eksepsi atau keberatan penasihat hukum atas dakwaan Penuntut Umum ini, tampak dihadiri Komisi Yudisial Provinsi Riau.

Majelis Hakim yang dipimpin Nurmala Sinurat, SH menolak eksepsi atau keberatan yang disampaikan Penasihat Hukum atas dakwaan Penuntut Umum pada sidang sebelumnya.

Ketua Penasihat Hukum Usman, Muhsin, SH,MH, menuturkan, pihaknya akan fokus dalam agenda pembuktian dan pemeriksaan setelah eksepsi yang diajukan ditolak oleh majelis hakim.

“Kita berharap Majelis Hakim yang menangani kasus ini tetap pada konteksnya sesuai kode etik hakim, yakni hakim bersikap adil,” harapnya.

Lebih lanjut Muhsin menuturkan, pihaknya akan kembali mengikuti sidang lanjutan pada minggu depan dengan agenda mendengar keterangan saksi Penuntut umum.

“Kita tetap mengikuti secara normatif persidangannya yang akan dilanjutkan kembali pada Rabu 19 Februari 2020 mendatang,” ucap Penasehat Hukum Terdakwa.

Sementara itu mengenai Kehadiran Komisi Yudisial Provinsi Riau ini, Muhsin beserta Tim mengapresiasi atas kedatangan Komisi Yudisial Riau untuk memantau jalannya persidangan.

“Kedatangan KY Riau ke Inhil merupakan permintaan dari masyarakat untuk memantau langsung sidang,” tuturnya.

Ujaran Kebencian - Tribunpekanbaru.com / T. Muhammad Fadhli.

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved