Berita Riau

WASPADA, Pintu Air Waduk PLTA Koto Panjang Dibuka, Sungai Indragiri Meluap, Pasir Pangaraian Banjir

Masyarakat diminta waspada karena 4 pintu air Waduk PLTA Koto Panjang dibuka, sementara itu Sungai Indragiri meluap dan merendam fasilitas umum

istimewa
WASPADA, Pintu Air Waduk PLTA Koto Panjang Dibuka, Sungai Indragiri Meluap, Pasir Pangaraian Banjir 

WASPADA! Pintu Air Waduk PLTA Koto Panjang Dibuka, Sungai Indragiri Meluap, Pasir Pangaraian Banjir

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Masyarakat diminta waspada karena 4 pintu air Waduk PLTA Koto Panjang dibuka, sementara itu Sungai Indragiri meluap dan merendam fasilitas umum, sedangkan akibat hujan Pasir Pangaraian banjir.

Unit Layanan PLTA Koto Panjang memutuskan membuka 4 pintu air setinggi 50 cm hari ini pukul 11.00 wib Rabu (12/2/2020).

Penambahan bukaan pintu air ini dilakukan sehubungan naiknya elevasi air waduk akibat curah hujan yang tinggi.

Sebelum pembukaan pintu air, tinggi elevasi air di waduk PLTA Koto Panjang mencapai angka 83,23 mdpl dengan inflow waduk sebesar 635 meter kubik perdetik.

Plt Manager PLTA Koto Panjang, Cecep Sofhan menjelaskan keputusan itu diambil mengingat naiknya debit air di daerah Pangkalan yang sudah menyebabkan sejumlah rumah warga terendam.

Terkait ini Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto mengingatkan masyarakat agar waspada.

"Masyarakat harus diingatkan untuk waspada dengan kembali dibukanya pintu air PLTA," ungkapnya.

Ia mengatakan dengan adanya penambahan bukaan pintu tentunya akan ada peningkatan debit air sungai dihilir, namun tak perlu risau karena ini langkah antisipasi di musim penghujan.

Diketahui kondisi di daerah Pangkalan sudah ada daerah yang terendam banjir akibat luapan sungai.

Luapan ini terjadi disebabkan tingginya curah hujan yang terjadj beberapa hari terakhir.

Sungai Indragiri Meluap

Beberapa titik ruas Jalan di Tembilahan di genangi air yang cukup tinggi akibat pasang air sungai Indragiri.

Seperti yang terlihat di ruas Jalan Provinsi Parit 6 Tembilahan Hulu yang berada di pinggir sungai indragiri, Selasa (11/2) sore.

Genangan air yang mencapai tinggi sekitar 90 cm membuat ruas jalan menyulitkan pengendara yang melewati ruas jalan utama masuk dan keluar Kota Tembilahan tersebut.

Hal ini membuat Babinsa Tembilahan Hulu bersama anggota Satlantas Polres Inhil dan Polsek Tembilahan Hulu turun untuk mengamankan perjalanan para pengguna jalan dari kesulitan.

Dengan kesigapan Babinsa Koramil 01/Tembilahan, Kodim 0314/Inhil dan Lantas Polres Inhil, kendaraan dapat lancar ditengah meluapnya air sungai Indragiri.

Danramil 01/Tembilahan Kapten Inf Tarmizi menuturkan, terpantau para pengguna jalan baik roda 2 dan roda 4 lancar melintasi air luapan sungai Indragiri.

“Selama lebih kurang dua jam, kami bersama Lantas Polres Inhil saat terjadi genangan luapan air Sungai Indragiri membantu pengguna jalan agar lalu lintas lancar,” ungkap Danramil 01/Tembilahan.

Tidak hanya menggenangi jalan, tidak seperti biasanya, luapan air sungai indragiri juga sampai ke fasilitas milik warga dan pemerintah.

Luapan sungai indragiri juga berimbas hingga membuat beberapa ruangan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan ikut terendam.

Bahkam hampir seluruh ruangan yang ada terendam akibat pasang sungai indragiri dan hanya menyisakan beberapa ruangan saja yang tidak terendam air.

“Ini sering terjadi hampir setiap tahun ketika banjir. Mudahan-mudahan pembangunan rumah sakit baru cepat selesai. Karena tingginya sudah 1 Meter diatas jalan,” ujar dr. Saut Pakpahan kepada awak media.

Setelah nantinya air sudah mulai surut, menurutnya, pihak rumah sakit langsung akan membersihkan atau mensterilkan seluruh ruangan yang terendam.

Pasir Pangaraian Kebanjiran

Pasca hujan lebat beberapa hari belakangan, Sungai Batang Lubuh kembali meluap dan naik ke ruas jalan raya.

Pantauan tribun di lapangan pada Rabu (12/2) siang, air sungai yang membelah Kota Pasir Pangaraian itu sudah menutup sejumlah permukaan jalan di kawasan Simpang Supra, Desa Babussalam Kecamatan Rambah.

Diperkirakan, tinggi air sudah mencapai setinggi lutut orang dewasa.

Kondisi ini menyebabkan sejumlah kendaraan yang melintas menjadi terganggu.

Seorang warga Pasir bernama Ramadhan mengatakan, air meluap sudah menyulitkan kendaraan roda dua untuk melintas.

Dia yang sehari-hari mengakses ruas jalan di Simpang Supra tersebut mengaku kewalahan dengan kondisi air yang cukup tinggi.

"Sudah lumayan susah juga kalau mau lewat karena airnya terus naik dan mulai menutup permukaan jalan," katanya.

Lain pula dengan Feri, warga sekitar jalan tersebut mengaku, air mulai merendam sebagian rumah warga, termasuk rumahnya tersebut.

"Kalau dilihat dari kondisi airnya. Kayaknya akan terus naik," jelasnya.

Hingga berita ini dirilis, kondisi debit air masih cenderung tinggi.

Banyak diantara kendaraan bermotor urung melintas dan lebih memilih memutar mencari jalur lain untuk melewati kawasan Simpang Supra yang tertutup banjir.

Banjir di Riau - Tribunpekanbaru.com / Ikhwanul Rubby / T Muhammad Fadhli / Syahrul Ramadhan.

Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved