Berita Riau

DBD Renggut Nyawa Satu Orang di Teluk Meranti Riau

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit, Muhammad Fahri menyampaikan, sepanjang Januari 2020 ada 49 kasus DBD. Bahkan ada 1 orang meninggal dunia.

DBD Renggut Nyawa Satu Orang di Teluk Meranti Riau
ISTIMEWA
Nyamuk pembawa penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEPULAUAN MERANTI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepulauan Meranti mencatat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih tinggi di awal tahun 2020 ini.

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit, Muhammad Fahri menyampaikan, sepanjang Januari 2020 ada 49 kasus DBD. Bahkan dari angka tersebut ada satu orang yang meninggal dunia.

"Ada 1 meninggal di Desa Sungai Tohor," ungkap Fahri, Kamis (13/2/2020).

Dikatakan Fahri jumlah ini masih terbilang tinggi karena masih banyak genangan di sejumlah lokasi karena hujan yang sempat turun.

"Kemarin bulan Januari masih dalam penghujan, tapi tidak lebat, jadi air itu istilahnya genangannya masih banyak," terangnya.

Untuk jumlah kasus.yang terbanyak dikatakan Fahri ada di Alah Air dan Selatpanjang yang merupakan daerah endemis di Kepulauan Meranti. Daerah tersebut menjadi yang terbanyak karena merupakan daerah yang sudah lama menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

"Itu adalah daerah endemis, yang dengan kata lain paling terdampak terhadap DBD," ujarnya.

Fahri mengatakan, di sepanjang tahun ini, proses penyebaran bubuk abate dan fogging kerap dilakukan sebagai bagian antisipasi perkembangbiakan nyamuk pembawa demam berdarah.

Walaupun hal tersebut dikatakannya tidak bisa menjamin penyebaran nyamuk bisa dituntaskan.

"Fogging itu untuk membunuh nyamuk dewasa, itu juga tidak bisa kita pastikan apakah langsung mati," ucapnya.

Fahri mengimbau kepada masyarakat untuk membiasakan hidup bersih melalui pribadi dan lingkungannya.

"Pastikan bahwa tempat kita bersih, lingkungan kita terbebas dari sampah dan selokan-selokan juga. Sekaligus upaya kita lakukan saya yakin ini bisa memutuskan rantai penyebaran nyamuk," pungkas Fahri. (Tribunpekanbaru.com/teddy tarigan)

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved