Berita Riau

Kades Lukit Dimintai Keterangan oleh Polisi Terkait Illegal Logging di Kepulauan Meranti Riau

Kades Lukit yang bernama Jumilan telah dipanggil Polres Kepulauan Meranti untuk dimintai keterangan.

Polres Kepulauan Meranti
Polres Kepulauan Meranti melakukan pemeriksaan terhadap kayu di kapal KM Bahana 5 yang diduga mengangkut kayu ilegal dari Desa Lukit, Kecamatan Pulau Merbau, Kepulauan Meranti. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEPULAUAN MERANTI -Kades Lukit yang bernama Jumilan telah dipanggil Polres Kepulauan Meranti untuk dimintai keterangan.

Peran Kades sebagai penerbit dokumen nota angkutan belasan ton kayu hasil pembalakan liar, atau illegal logging (ilog), sehingga dia dimintai keterangan oleh polisi.

Kapolres AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Ario Damar SH, pemeriksaan tersebut dilakukan Selasa (11/2/2020) lalu.

"Kemarin, Kades Lukit Jumilan memenuhi panggilan kami. Ia dimintai keterangan terkait penerbit dokumen nota ratusan balok ton kayu yang kita tahan kemarin," ungkapnya, Kamis (13/2/2020).

Catat Tanggal dan Lokasinya, UAS Dijadwalkan Ceramah di Masjid Ulul Azmi Pangkalan Kerinci Riau

Harga Bawang Putih Meroket di Kuansing Riau, Sempat Capai Rp 60 Ribu Per Kilogram

Tinjau Teknopark Langgam, Komisi V DPR RI Kunker Spesifik ke Pelalawan Riau

Dari hasil pemeriksaan dikatakan Ario, kades mengaku hanya mengetahui surat nota pengangkutan kayu yang memang dibuat oleh J (tersangka sebagai pengurus kayu).

"SKT tersebut adalah sebenarnya adalah miliki kelompok tani jadi kepala desa tidak pernah memberikan kuasa kepada J," ujarnya.

Ario mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kepemilikan kayu tersebut. Mengingat baru dua orang yang ditetapkan menjadi tersangka yaitu pengurus dan kapten kapal.

Ario mengatakan belum bisa menyampaikan jumlah pasti dari kayu yang dimuat di kapal KM Bahana 5.

"Sebenarnya sudah dihitung, namun kita belum buat berita acaranya. Namun secara umum jumlahnya itu hanya 25 sampai 30 persen kayu Mahang, dan selebihnya adalah kayu alam. Bila kayu alam yang diambil jelas pelanggaran pidana,"ujar Ario.

Polres Kepulauan Meranti melakukan pemeriksaan terhadap kayu di kapal KM Bahana 5 yang diduga mengangkut kayu ilegal dari Desa Lukit, Kecamatan Pulau Merbau, Kepulauan Meranti.
Polres Kepulauan Meranti melakukan pemeriksaan terhadap kayu di kapal KM Bahana 5 yang diduga mengangkut kayu ilegal dari Desa Lukit, Kecamatan Pulau Merbau, Kepulauan Meranti. (Polres Kepulauan Meranti)

Kades Lukit, Jumilan saat dikonfirmasi membenarkan mengetahui nota pengangkutan tersebut.

Halaman
12
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved