Pekanbaru

Polisi Tangkap Pengedar Narkotika di Pekanbaru, 1 Kg Lebih Sabu Diamankan, Begini Sistem Transaksi

Tim dari Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau, menangkap seorang lelaki berinisial NH alias Nanang (21).

Polisi Tangkap Pengedar Narkotika di Pekanbaru, 1 Kg Lebih Sabu Diamankan, Begini Sistem Transaksi
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
FOTO ILUSTRASI - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau memusnahkan barang bukti narkoba berupa ekstasi dan sabu di Kantor BNNP Riau Jalan Pepaya, Pekanbaru, Selasa (28/1/2020). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 

PEKANBARU - Tim dari Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau, menangkap seorang lelaki berinisial NH alias Nanang (21).

Dia diduga merupakan kurir, sekaligus pengedar narkotika jenis sabu dan pil ekstasi. Barang haram itu diedarkan di Kota Pekanbaru.

Penangkapan terhadap NH, dilakukan petugas pada Selasa (11/2/2020) malam, sekitar pukul 21.10 WIB.

NH tak berkutik saat digerebek petugas di rumahnya,Pekanbaru di Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru.

Saat dilakukan penggeledahan di rumahnya, petugas mendapati sebuah plastik, yang didalamnya ada bungkusan teh Cina Guan Yin Wang warna hijau, berisi 1 kg sabu.

Selain itu, ditemukan pula plastik berisi 6 paket sedang sabu.

Ada juga plastik berisi 2 bungkus plastik bening les merah. Di dalamya ada 41 butir pil ekstasi warna hijau berbentuk boneka.

Petugas turut menyita barang bukti non narkotika, diantaranya 1 unit sepeda motor, sebuah timbangam digital, sebuah buku tabungan, dan 2 unit handphone.

Kabid Pemberantasan BNNP Riau, Kompol Khodirin menjelaskan, tersangka dalam melakukan transaksi narkotika, diarahkan oleh seseorang yang biasa dipanggil Si Jul.

"Jadi sistem transaksinya, tersangka ini akan diarahkan oleh pengendali, meletakkan narkotika di suatu tempat. Nanti calon pembeli yang akan menjemput narkotika tersebut di tempat yang sudah di tentukan sesuai kesepakatan," jelas Khodirin, Kamis (13/2/2020).

Lanjut Khodirin, diduga tersangka ini bertindak sebagai kurir dan pengedar. Pengakuannya sementara, dia diupah Rp3 juta untuk sekali transaksi dalam jumlah besar.

"Kita masih mendalami keterangan tersangka. Sekaligus menelusuri pemasok narkotikanya, semua masih dalam pengembangan," ucap Khodirin.

Dia menambahkan, tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 jo 112 ayat 2 Undang - Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved