Pekerja Jalan Tol Pekanbaru Dumai Tewas

Tewas Tertimpa Crane, Tubuh Aprianto Pekerja Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Hancur Terhimpit

Kejadian mengenaskan itu terjadi di Km 70 atau di perlintasan gajah, Kecamatan Pinggir, Bengkalis.

Tewas Tertimpa Crane, Tubuh Aprianto Pekerja Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Hancur Terhimpit
Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra
Pengerjaan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai. 

PEKANBARU - Proyek pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai memakan korban jiwa.

Seorang pekerja dari kontraktor proyek Jalan Tol dibangun BUMN konstruksi PT Hutama Karya Indonesia (HKI) ini, Aprianto Manik (23), tewas tertimpa alat berat.

Kejadian mengenaskan itu terjadi di Km 70 atau di perlintasan gajah, Kecamatan Pinggir, Bengkalis. Korban tewas tertimpa alat berat, crane berwarna putih.

Tubuh Aprianto Manik hancur terhimpit.

Sekretaris PT Hutama Karya Alfa Haga Rachmady, Kamis (13/2/2020) membenarkan jatuhnya korban jiwa dalam pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai.

Alfa mengatakan, kejadian naas itu terjadi Senin, 10 Februari 2020, korban merupakan karyawan dari PT Grant Surya Pondasi (GSP) sedang memobilisasi alat berat menuju lokasi pekerjaan.

"Sesuai prosedur quality dan keselamatan HKI, diwajibkan untuk diselenggarakannya inspeksi bersama oleh HKI, vendor, konsultan dan pemilik pekerjaan untuk menilai kelayakan alat akan bekerja," ujar Alfa.

Namun, sebelum inspeksi tersebut dilakukan, alat diatur oleh korban, terjadilah kejadian menewaskan dirinya.

Saat kejadian tersebut, PT GSP langsung berkoordinasi dengan HKI serta keluarga untuk melakukan evakuasi korban. Selanjutnya, HKI masih menanti investigasi dari Disnaker terkait hal tersebut.

"Kami akan kabari segera jika perkembangan lebih lanjut. Terima kasih atas perhatian dan kesabaran teman-teman semua," katanya.

PT HK Infrastruktur (HKI) selaku kontraktor pelaksana pembangunan jalan tol ini telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib dan bersama-sama telah melakukan investigasi lebih lanjut.

Mengutip informasi dari HKI, bahwa saat ini HKI sedang menanti investigasi dari Disnaker Prov Riau terkait hal tersebut.

"Dengan kejadian ini kami akan meminta kontraktor yang terlibat dengan proyek ini untuk mengevaluasi kembali prosedur kerja yang diterapkan oleh vendor/sub-kontraktor mereka,” kata Muhammad Fauzan, SEVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved