Virus Corona

BREAKING NEWS : 6 Warga Riau dari Wuhan Akan Kembali ke Pekanbaru, Kondisi Sehat Tanpa Virus Corona

Syamsuar tidak ingin berkomentar banyak terkait rencana pemulangan enam warga Riau dari Wuhan ke Pekanbaru.

BREAKING NEWS : 6 Warga Riau dari Wuhan Akan Kembali ke Pekanbaru, Kondisi Sehat Tanpa Virus Corona
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah WNI yang berasal dari Wuhan, China turun dari pesawat Batik Air di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). Sebanyak 238 WNI dipulangkan dari Wuhan, China dikarenakan munculnya virus Corona di Provinsi Hubei tepatnya di Kota Wuhan, China. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Enam Warga Riau dari Wuhan Akan Kembali ke Pekanbaru, Semua dalam Kondisi Sehat

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebanyak enam warga Riau yang dipulangkan dari Wuhan Cina dan sempat menjalani observasi di Natuna akan kembali ke Pekanbaru Sabtu (15/2/2020)..

Namun sebelum dipulangkan ke Pekanbaru, enam warga Riau bersama ratusan warga negara indonesia lainya akan diterbangkan ke Jakarta terlebih dahulu.

Setelah itu baru mereka kembali ke daerah asalnya masing-masing.

Namun sejauh ini belum diketahui apakah ada penyambutan khusus dari Pemprov Riau atas kedatangan enam warga Riau dari Wuhan atau tidak.

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar saat dikonfirmasi terkait rencana pemulangan enam warga Riau dari Wuhan yang sempat diobsevasi di Natuna ke Pekanbaru mengaku belum mengetahui informasi terbarunya.

Syamsuar tidak ingin berkomentar banyak terkait rencana pemulangan enam warga Riau dari Wuhan ke Pekanbaru.

"Saya buru-buru mau ke bandara ini, belum saya itu," katanya singkat.

Sementara Kepala Badan Penghubung di Jakarta, Erisman Yahya mengatakan, bahwa seluruh warga Riau yang sebelumnya sempat menjalani masa observasi di Natuna selama 14 hari seluruhnya dinyatakan sehat.

Sehingga tidak perlu ada penyambutan dan perlakukan khusus. Sebab enam warga Riau dari Wuhan tersebut semuanya dalam kondisi sehat dan tidak ada yang terinfeksi virus corona.

"Semuanya sehat, tidak ada masalah, untuk kepulanganya ke Pekanbaru semuanya sudah kita siapkan, tidak ada persiapan khusus, biasa-biasa saja," kata Erisman.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir mengaku tidak akan memberikan perlakuan khusus bagi enam warga Riau saat kembali ke Riau usai menjalani observasi selama 14 hari di Natuna.

Sebab keenamnya sudah menjalani observasi dan ketika diperbolehkan pulang ke daerah, berarti dalam kondisi sehat.

"Tidak ada perlakuan khusus atau penjemputan di bandara SSK II Pekanbaru bagi enam warga Riau tersebut. Kalau mereka sudah diperbolehkan pulang, berarti mereka sehat," kata Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi.

Sesuai jadwal, lanjut Mimi, enam warga Riau yang saat ini masih menjalani observasi di Natuna akan segera dipulangkan ke Pekanbaru.

Karena masa observasi mereka sudah berakhir pada hari itu, karena masa incubasi virus corona diprediksi hanya sampai 14 hari.

"Selama 14 hari di Natuna tim kesehatan juga terus memantau intensif warga Indonesia yang sebelumnya menetap di Cina, termasuk enam warga Riau. Jadi tidak perlu lagi kami memeriksa," sebutnya.

Mimi mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuat stigma bahwa enam warga Riau tersebut berbahaya jika didekati..

Hal tersebut tentunya juga akan membuat psikologis mereka menjadi tergganggu.

"Mari kita anggap mereka seperti warga biasa pada umumnya. Kalaupun mereka ada menderita sakit, itu tidak ada kaitannya lagi dengan virus corona," ujarnya.

Jelang kepulangan enam warga Riau tersebut, Mimi juga mengaku masih terus menjalin komunikasi dengan salah satu dari mereka.

Dari komunikasi yang dilakukan itu, keenam warga Riau tersebut dalam kondisi sehat.

"Mereka kondisinya sehat, selama masa observasi juga terus didampingi tenaga kesehatan yang memperhatikan pola hidup sehat dan makanan yang dikonsumsi," katanya.

Rio Kuliah Secara Online Selama Observasi

Hampir dua pekan Rio Alfi menghabiskan hari bersama keluarga kecilnya di Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau.

Rio yang merupakan mahasiswa asal Kota Pekanbaru berada di sana bersama ratusan orang Warga Negara Indonesia (WNI) menjalani observasi.

Ada 238 orang WNI berada di sana pasca pemulangan dari Wuhan, Provinsi Hubei, Cina.

Mereka terpaksa kembali ke tanah air karena Virus Corona melanda Wuhan.

Mahasiswa Magister Psikologi di China University of Geoscience Wuhan pun kini menanti jadwal kepulangan ke Kota Bertuah.

Rio mengaku belum tahu jadwal pulang dari Natuna.

Padahal masa observasi para WNI di Natuna bakal berakhir ini.

Rio pun menanti proses kepulangan ke Pekanbaru, agar bisa bertemu orangtua dan keluarganya.

"Masih belum tahu, belum ada kabar," ujarnya, Kamis (13/2/2020) saat berbincang dengan Tribun lewat Whats App.

Rio menuturkan bahwa ia bersama istri, Riza Delfiani dan putrinya, Naya dalam kondisi sehat.

Mereka dalam kondisi baik-baik saja selama menjalani observasi di Natuna sejak awal Februari 2020 lalu.

"Alhamdulillah sehat dan baik selama berada di sini," papar almunus Universitas Islam Riau ini.

Rio mengaku menjalani aneka aktivitas selama proses observasi.

Ada olahraga hingga aneka kegiatan di sekitar lapangan udara tersebut.

Rio pun tidak jarang membagikan foto aktivitasnya selama berada dalam observasi di akun media sosialnya.

Apalagi aktivitas selama masa observasi tidak dibatasi dan kawasan lanud tersebut cukup luas.

Rio pun bisa menghubungi keluarga di Kota Pekanbaru kapan saja.

Ia juga ingin mengucapkan salam untuk Kota Pekanbaru.

"Kalau itu wajib, tetap berkabar dengan keluarga di Pekanbaru," paparnya.

Dirinya mengaku tidak ada kendala selama berada dalam observasi.

Ia hanya menunggu jadwal kepulangan ke Kota Pekanbaru.

Rio tidak hanya menjalani keseharian selama dalam observasi.

Mahasiswa magister di China University of Geoscience Wuhan tetap berupaya menuntaskan kuliahnya.

Ia harus menjalani kuliah secara online lewa aplikasi Wechat atau QQ.

Apalagi dirinya berencana menuntaskan kuliahnya tahun ini.

Rio bakal wisuda magister tahun 2020 ini.

Ia pun harus ujian tesis dulu.

"Kuliah online, ada aplikasi yang harus diunduh," paparnya.

Rio menjalani pendidikan di China University of Geoscience Wuhan bersama sang istri.

Kedua sudah menuntaskan teori perkuliahan.

Istrinya sedang proses proposal pada semester ini.

Ia menyebut sang istri bakal wisuda tahun depan.

Rio begitu semangat menuntaskan pendidikan magisternya karena sang ibu mendoakan yang terbaik.

Rio menyebut bahwa nerkat doa sang ibu dirinya bisa mendapat beasiswa Chinese Government Sholarship.

Ia pun bisa menempuh pendidikan magister di negeri tirai bambu.

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved