Berita Riau

JAMBRET Sadis di Jalan Cempaka Pekanbaru Ditangkap Polisi, Pelaku Ternyata Masih Remaja 17 Tahun

Pihak kepolisian akhirnya berhasil mengungkap pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) modus jambret sadis yang beraksi di Jalan Cempaka

JAMBRET Sadis di Jalan Cempaka Pekanbaru Ditangkap Polisi, Pelaku Ternyata Masih Remaja 17 Tahun
Tribun Pekanbaru/Polda Riau
JAMBRET Sadis di Jalan Cempaka Pekanbaru Ditangkap Polisi, Pelaku Ternyata Masih Remaja 17 Tahun 

JAMBRET Sadis di Jalan Cempaka Pekanbaru Ditangkap Polisi, Pelaku Ternyata Masih Remaja 17 Tahun

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pihak kepolisian akhirnya berhasil mengungkap pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) modus jambret sadis yang beraksi di Jalan Cempaka, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru pada 9 Desember 2019 lalu.

Korbannya adalah seorang wanita bernama Lindawati (54).

Saat itu, korban bersama rekannya, keluar dari rumah sambil menyandang tas.

Bermaksud hendak pergi ke apotek.

Tiba-tiba, dua orang lelaki yang berboncengan dengan sepeda motor, datang mendekati korban.

Lelaki yang duduk diboncengan, langsung menarik tas yang disandang korban.

Akibatnya, korban terhempas dan sempat terseret, lalu tak sadarkan diri.

Beberapa warga sekitar langsung datang menolong dan membawa korban ke rumah sakit terdekat.

Rekaman CCTV aksi sadis pelaku, terekam CCTV dan viral di media sosial.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka dibeberapa bagian tubuh, dan kehilangan tas yang berisi 1 unit handphone, uang tunai Rp600 ribu, dan KTP.

Selang beberapa waktu melakukan penyelidikan, tim opsnal Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru akhirnya berhasil menangkap satu dari dua orang pelaku.

Pelaku bernama M Danil alias Buyung (18).

Dia ditangkap pada Minggu, 19 Januari 2020 lalu.

Saat diintrogasi, Danil mengakui perbuatannya.

Saat aksi itu, dia bertindak sebagai eksekutor.

Sedangkan temannya bernama Deni Cemeng, yang kini masih diburu keberadaannya, bertindak sebagai joki.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto menerangkan, pengungkapan pelaku jambret ini, diawali dari proses penyelidikan mendalam yang dilakukan petugas.

Diantaranya pemeriksaan saksi-saksi di lokasi, mendalami keterangan korban dan menganalisa beberapa bukti petunjuk yang didapatkan.

"Hasil penyelidikan mengarah ke pelaku Danil sebagai eksekutor jambret. Tim akhirnya berhasil menangkapnya," kata Sunarto, Jumat (14/2/2020).

Dilanjutkan Sunarto, barang bukti berupa HP merk OPPO milik korban, juga berhasil diamankan petugas dari pelaku penadah, bernama Rinaldi Aprino (50) di Bukittnggi, Sumatera Barat.

"Dari keterangan pelaku Danil, tim melakukan pengembangan. Seorang pelaku jambret yang sering beroperasi di wilayah Tampan, Kota Pekanbaru, bernama Ridho Rahman alias Ridho Black (17) ikut ditangkap," jelasnya.

Ridho ditangkap pada Rabu, 12 Februari 2020, pukul 21.00 WIB di Jalan Suka Karya Ujung, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

Ditambahkan Sunarto, aksi kejahatan jalanan ini, memang menjadi atensi khusus dari Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi.

"Untuk pelaku yang berhasil ditangkap, dijerat pasal 365 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukum 9 tahun penjara. Penangkapan ini adalah komitmen Polda Riau memberantas kejahatan jalanan alias jambret yang selama ini cukup meresahkan masyarakat," pungkasnya.

Guru MTS Dijambret di Jalan Tengku Said Jaafar Pelalawan Riau

Seorang guru di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau menjadi korban Pencurian dengan Kekerasan (Curas) pada Kamis (30/1/2020) sore lalu saat melintas di jalan raya.

Korban jambret tersebut bernam Jurnaini (33) yang tinggal di Jalang Arifin Gang Nurul Kecamatan Pangkalan Kerinci.

Jurnaini berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah di Pangkalan Kerinci.

Korban dijambret orang tak dikenal di Jalan Tengku Said Jaafar yang tidak jauh dari komplek kantor Bupati Pelalawan.

"Korban melapor ke Polsek Pangkalan Kerinci untuk diusut lebih lanjut," kata Kasubag Humas Polres Pelalawan, Iptu Edy Harianto kepada Tribunpekanbaru.com pada Jumat (31/1/2020).

Berdaskan pengakuan korban kepada polisi, ibu guru ini melintas di Jalan Akasia Pangkalan Kerinci menggunakan sepeda motor.

Korban hendak ke sekolah MTS Negeri 1 Pelalawan dengan mengambil jalur di Jalan Tengku Said Jaafar.

Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tiba-tiba korban dipepet dua orang pria yang tidak dikenalnya.

Kedua laki-laki itu menggunakan helm dan sepeda motor jenis metik berwarna hitam.

Saat dipepet, pria yang duduk diboncengan langsung merampas gelang emas yang ada di tangan sebelah kanan korban.

Belum sempat berteriak minta tolong, pelaku langsung kabur dan memacu motor dengan cepat ke arah Jalan Korido Langgam.

"Gelang korban merupakan emas 24 karat seberat 10 emas. Korban mengalami kerugian sebesar Rp. 15,5 juta atas kasus penjambretan itu," tambah Iptu Edy.

Saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan terhadap terduga pelaku penjambretan itu. Petugas telah memintai keterangan dari korban dan saksi-saksi di lokasi.

Pemuda di Riau Ini Dapat Karma Setelah Menjambret Penjual Jamu

Polres Kepulauan Meranti melakukan penangkapan terhadap seorang pria yang diduga melakukan tindak pidana pencurian pada Rabu (22/1/2020) malam.

Terduga pelaku yang diamankan adalah AT (18) pria warga desa Alah Air, Kecamatan Tebing Tinggi, Kepulauan Meranti.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat mengatakan tersangka diamankan karena menjambret seorang wanita berinisial S (37) saat berada di jalan Merdeka, gg. Sadar, Kelurahan Selatpanjang Kota, Tebing Tinggi, Kepulauan Meranti pada Selasa (14/1/2020) sekitar pukul 11.00 WIB.

"Pada saat Korban sedang berjalan kaki dengan mengiring sepeda dayung sambil menjual jamu, tiba tiba datang pelaku dari arah belakang dengan mengendarai sepeda Motor R2 dan langsung mengambil tas milik korban yang berada di keranjang depan sepeda," ujar Taufiq Kamis (23/1/2020).

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti:

5 (lima) lembar kartu KIS

1 (satu) lembar kartu indonesia pintar

1 (satu) lembar KTP atas nama korban

1 (satu) lembar kartu peserta PKH

Uang Tunai Rp. 400.000,- (empat ratus ribu rupiah) dengan pecahan Rp. 100.000 sebanyak 4 (empat) lembar

1 (satu) unit Merk HP i-Cherry warna hitam kombinasi biru

1 (satu) unit HP Merk strawberry warna hitam kombinasi putih

1 (satu) buah tas sandang warna hitam kombinasi merah

1 (satu) helai jaket kain warna biru

1 (satu) helai celana panjang warna cream

1 (satu) buah helm warna hitam

1 (satu) unit sepeda motor R2 merk honda jenis vario dengan nopol BM 4510 EL warna merah kombinasi hitam

1 (satu) buah rekaman cctv

Sebelum penangkapan Ps. Kanit Reskrim dan Anggota Polsek Tebing Tinggi telah melakukan penyelidikan, dimana berdasarkan rekaman cctv bahwa sepeda motor pelaku berada di parkiran hotel Indo Baru, Selatpanjang.

"Melihat hal tersebut Kanit Reskrim Polsek Tebing Tinggi dan Anggota Unit Reskrim langsung melakukan penyelidikan terhadap pemilik sepeda motor, dan pada saat pelaku mendekati sepeda motor dan ingin menggunakan sepeda motornya, maka pelaku langsung diamankan Tim Polsek Tebing Tinggi," ujar Kapolres.

Ditambahkan Taufiq dari penyelidikan polres, pelaku sudah berulangkali melakukan tindak pidana pencurian serupa dengan modus operandi yang sama.

"Pelaku telah dibawa ke Mako Polsek Tebing Tinggi guna proses penyidikan lebih lanjut." Pungkas Taufiq.

Spesialis Jambret Diringkus

Kapolres Kota Dumai, AKBP Andri Ananta Yudisthira, menyatakan bahwa situasi kamtibmas di Kota Dumai berjalan aman dan kondusif.

Dia menegaskan, masyarakat tak perlu khawatir dengan kondisi keamanaan di Kota Dumai.

"Masyarakat jangan takut untuk ke luar rumah, karena Dumai dalam keadaan aman dari tindakan kriminal," katanya Senin (20/1).

Terkait adanya kasus jambret di Kota Dumai, menurutnya Polres Dumai telah berhasil meringkus DE (40), warga Kecamatan Dumai Selatan yang merupakan tersangka jambret.

Dikatakan, DE merupakan pelaku spesialis jambret di jalanan yang menyasar para pengendara, terutama kaum wanita.

Andri menerangkan, DE baru saja baru keluar dari penjara usai menjalani hukuman dengan kasus yang sama.

Baru terhitung satu setengah bulan menghirup udara bebas, kini ia harus kembali mendekam di balik jeruji atas tindakan jambret atau pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Jalan Darma Bakti, Kelurahan Ratu Sima, Kecamatan Dumai Selatan, 20 November 2019 lalu.

DE merupakan spesialis jambret dengan sasaran utama para wanita yang menggunakan tas saat berkendara.

"Ada tiga catatan kejahatan pelaku yakni pada tahun 2000, 2012, dan 2014 dengan kasus yang sama yaitu jambret. Pelaku juga baru sekitar satu bulan bebas usai menjalani hukuman di Rutan Kelas IIB Dumai," terang Andri.

Pada akhir 2019 lalu, terangnya, pelaku kembali beraksi dengan modus dan aksi sama, yaitu menyasar kaum wanita yang menggunakan tas saat berkendara.

"Bahkan pelaku juga menjambret pengendara yang memegang atau menggunakan handphone saat berkendara," jelasnya.

Saat ini, pelaku bersama barang bukti telah diamankan di Polres Dumai guna proses hukum lebih lanjut.

Pelaku bakal dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

"Kepada masyarakat khususnya kaum ibu, diimbau untuk meletakkan barang berharga di tempat yang aman," katanya.

Aksi Jambret di Riau - Tribun Pekanbaru.com / Rizky Armanda.

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved