Jangan Sampai Tampil Memalukan, Timnas Mulai Latihan Hadapi Sisa Kualifikasi Piala Dunia

Pelatih timnas, Shin Tae-yong, tetap menyebut fisik para pemain Indonesia sangat lemah, dan jadi masalah utama di semua level usia.

Jangan Sampai Tampil Memalukan, Timnas Mulai Latihan Hadapi Sisa Kualifikasi Piala Dunia
DOK. PSSI
Pelatih timnas, Shin Tae-yong 

tribunpekanbaru.com - Timnas Indonesia tidak boleh tampil memalukan pada sisa laga putaran kedua Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Dari lima laga yang sudah dijalani, seluruhnya dilewati dengan hasil kalah.

Saat ini timnas dilatih Shin Tae-yong menggantikan posisi Simon McMenemy. Laga perdana Shin Tae-yong bersama timnas di ajang resmi adalah menantang Thailand pada 26 Maret 2020, dan menghadapi Uni Emirat Arab (UEA) lima hari berselang dalam matchday keenam dan ketujuh kualifikasi Piala Dunia 2022. Selain itu, ada pula laga terakhir grup yaitu mengunjungi markas Vietnam pada 4 Juni 2020.

Karena tak ingin memalukan, timnas mulai melakukan persiapan di Jakarta selama sepuluh hari, yaitu pada 13-23 Februari 2020. "Walau bisa dikatakan sudah tidak ada harapan lolos dari babak grup, paling tidak kita jangan sampai tampil memalukan," ujar Cucu Soemantri, Wakil Ketua PSSI kemarin di Jakarta.

Cucu menerangkan, bila timnas tampil bagus di kualifikasi Piala Dunia 2022, akan memberikan dampak positif kepada timnas level usia. "Mereka bisa mengangkat moral para juniornya. Itu yang penting," tutur Cucu yang juga menjabat Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) ini.

Dia ingin tangan dingin Shin Tae-yong membawa pengaruh besar terhadap performa timnas Indonesia, dan tidak lagi menjadi bulan-bulanan lawan di lapangan. Pada pelatnas 13-23 Februari 2020 ini, Shin Tae-yong memanggil 34 pemain yang didominasi pemain muda.

Fisik Lemah
Shin Tae-yong sendiri menyempatkan menonton laga Grup A Piala Gubernur Jatim 2020, Rabu (12/2) lalu di Stadion Gelora Bangkalan, Madura. Pelatih asal Korea Selatan itu datang bersama para asisten seperti Kim Hae-woon dan Lee Jae-hong, serta mantan kiper Persipura, Yoo Jae-hoon sebagai penerjemah.

Shin mengaku ingin memantau pemain di turnamen pramusim ini. Ada empat tim Liga 1 yang bertanding pada hari itu dan memiliki banyak pemain potensial. Empat tim itu adalah Persebaya, Madura United, Bhayangkara FC, dan Persik Kediri.

Usai menyaksikan pertandingan, mantan pelatih timnas Korsel itu kembali menegaskan, mayoritas pemain Indonesia punya masalah besar pada stamina. Selain itu, dia juga sudah menganalisa penyebab kekalahan Indonesia di lima pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2020 lalu.

“Saya nonton kelima laga kualifikasi itu, lalu nonton juga final SEA Games 2019 melawan Vietnam. Masalah utama ada di fisik pemain, karena itu saya ingin ada perubahan. Fisik pemain sangat lemah. Kalau pemain punya fisik bagus, mental akan naik. Fisik rendah, otomatis mental kurang. Saya akan buat pemain punya visi bermain dan kuat berlari 90 menit,” ujar Shin.

Di Madura, Shin juga bertemu pelatih empat klub kontestan Grup A yaitu pelatih Persebaya Aji Santoso, pelatih Persik Joko Susilo, pelatih Madura United Rahmad Darmawan, dan pelatih Bhayangkara FC Paul Munster. (rin/blc)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved