Semampunya Suyono Kuburkan Jasad Pamannya, Warga Dibikin Kaget karena Kondisinya Menyedihkan

Sadar pamannya sudah meninggal dunia, Suyono berinisiatif menguburkannya. ia gali lobang di belakang rumah dan menimbun jasad itu

Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
(ilustrasi) 

Jenazah itu ditemukan dalam kondisi menyedihkan, dengan salah satu siku masih terlihat dari balik gundukan tanah.

Berdasarkan olah TKP, Lely mengungkapkan tidak menemukan adanya unsur kekerasan pada tubuh korban.

"Hasil olah TKP tidak ditemukan unsur kekerasan. Identifikasi mulai dari dalam rumah, halaman depan sampai belakang tidak ditemukan bercak darah," kata Lely, Jumat (14/2/2020) yang dikutip dari Kompas.com.

Jenazah pria lansia itupun langsung dibawa ke RSUD Jombang untuk diautopsi sebagai upaya mengetahui penyebab kematian warga Desa Gajah tersebut.

Sejumlah kuburan baru amblas di TPU Payung Sekaki Pekanbaru, Kamis (13/6/2019). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY).
Sejumlah kuburan baru amblas di TPU Payung Sekaki Pekanbaru, Kamis (13/6/2019). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). (Tribun Pekanbaru/Theo Rizky)

"Tapi untuk memastikan penyebabnya kita menunggu hasil autopsi," ujar Lely, melansir dari Kompas.com.

Selama ini Wakib diketahui tinggal hanya berdua dengan keponakannya yang bernama Suyono (35) di rumah tersebut.

Melansir dari Kompas.com, Suyono diketahui mengidap gangguan mental atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Sehari-hari keduaanya berprofesi sebagai pengumpul barang bekas dan mencari bersama-sama.

Warga mulai curiga dengan tidak terlihatnya Wakib sejak hari Selasa (11/2/2020) yang lalu.

Lely mengatakan, hal itu membuat tetangga heran.

Halaman
1234
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved