Sempat Dirawat 2 Bulan Pasca Luka Parah Akibat Terjerat, Gajah Puan Pandan Wangi Mati di PLG Minas

Anak gajah malang ini, sebelumnya diselamatkan oleh tim dari Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, pada 16 Desember 2019.

Sempat Dirawat 2 Bulan Pasca Luka Parah Akibat Terjerat, Gajah Puan Pandan Wangi Mati di PLG Minas
istimewa
Gajah betina berusia 3 bulan, bernama Puan Pandan Wangi, mati di Pusat Latihan Gajah (PLG) di Minas, Kabupaten Siak. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Gajah betina berusia 3 bulan, bernama Puan Pandan Wangi, mati di Pusat Latihan Gajah (PLG) di Minas, Kabupaten Siak.

Anak gajah malang ini, sebelumnya diselamatkan oleh tim dari Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, pada 16 Desember 2019.

Dia terjerat di kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT. Rimba Peranap Indah (RPI) di Desa Pandan Wangi, Kecamatan Peranap, Kabupaten Inhu.

 Selain terjerat hingga kakinya mengalami luka sangat parah, gajah ini juga ditinggalkan kelompoknya. Karena membutuhkan perawatan medis intensif, dia dibawa ke PLG Minas.

Adapun jenis jerat yang mengenai kaki gajah, terbuat dari tali nilon yang juga biasa dipakai untuk menjerat babi. Diperkirakan, Gajah Puan datang dari kntong gajah di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Disebutkan Dian Indriati, Humas BBKSDA Riau, memasuki pertengahan bulan Februari 2020 ini, kondisi Puan mengalami penurunan minum susu.

Puncaknya pada tanggal 13 Februari 2020, tim medis BBKSDA Riau kembali melakukan pengobatan untuk mengembalikan kondisi Gajah Puan. Dengan pemberian cairan infus serta vitamin.

"Pada Jum’at dini hari, 14 Februari 2020 kondisi Gajah Puan mengalami Penurunan menjadi lemah dan tidak mau minum susu. Pada pukul 06.00 WIB Gajah Puan telah mati," sebut Dian, Jumat sore.

Pasca kematian itu, nekropsi atau bedah bangkai segera dilakukan pada pukul 11.30 WIB sampai pukul 13.30 WIB oleh Drh. Dhanang dengan paramedis Aswar Hadhibina dan Fitrayati.

Adapun hasil nekropsi, berat Gajah Puan yakni 101 kg. Melihat perubahan pada organ (patologi anatomi), penyebab kematian diduga karena gangguan pencernaan, sehingga penyerapan nutrisi terganggu.

"Setelah dilakukan nekropsi, bangkai Gajah dikubur di sekitar lokasi Pusat Latihan Gajah Riau di Minas," tutup Dian.(Tribunpekanbaru.com/ Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved