Breaking News:

Jajal Lintasan Kelok Sembilan, Komunitas Sepatu Roda PIS Tetap Eksis di Pekanbaru

Ada beberapa komunitas sepatu roda di Kota Pekanbaru. Satu di antaranya Pekanbaru Inline Skate (PIS).

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: ihsan
foto/istimewa
Anggota Pekanbaru Inline Skate (PIS) tampil di car free day, belum lama ini. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sepatu roda merupakan salah satu olahraga yang banyak digandrungi kaula muda.

Olahraga ini pernah mengalami masa kejayaan beberapa tahun lalu. Kini, peminatnya sudah berkurang. Namun olahraga ini masih eksis dengan adanya sejumlah komunitas sepatu roda.

Ada beberapa komunitas sepatu roda di Kota Pekanbaru. Satu di antaranya Pekanbaru Inline Skate (PIS).

Anggota komunitas ini rutin berkumpul untuk menyalurkan hobi mereka secara bersama.

Koordinator PIS, Rahmad Aji mengatakan, komunitas mereka merupakan wadah tempat latihan bersama. Mereka rutin night rolling dan Minggu pagi di kawasan Car Free Day.

Trek atau lintasan yang dilalui misalnya dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) ke Jembatan Siak IV sampai Bandara.

Anggota komunitas juga pernah rolling di luar Provinsi Riau. Mereka rolling di sekitar Jam Gadang, Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

Trek paling menantang menurut komunitas PIS yakni ketika mereka menjajal lintasan Kelok Sembilan di Sumatera Barat.

Lintasan panjang memberi keseruan karena dilintasi dengan kecepatan tinggi. "Di Kelok Sembilan kami jajal mulai dari atas sampai bawah. Itu yang paling seru," kata Rahmad, Jumat (14/2/2020).

Menurut Rahmad, komunitas sepatu roda tetap eksis meski pecinta skate kian sedikit. "Dulu pernah booming.

Sekarang makin sedikit. Tapi kita akan terus mewariskan olahraga ini,” tutur karyawan swasta ini.

Rahmat mengatakan, komunitas PIS terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung. Bahkan skater dari luar Riau boleh bergabung dan latihan bareng. Sehingga PIS selalu memiliki kegiatan.

Menurut Rahmad, PIS hanya wadah sebatas hobi. Bukan untuk kompetisi. Sehingga kegiatan-kegiatan yang dilakukan hanya berdasaran kesenangan. Skater yang ingin lomba bisa bergabung dengan wadah tersendiri.

"Kita bermain lebih pada hobinya bukan prestasi. Latihan kita freestyle. Rolling dan slalom," beber Rahmad.

Sesekali, PIS diundang tampil memeriahkan iven tertentu. PIS juga pernah diminta mengajari polisi wanita bermain skate untuk mengadakan sebuah acara.

Pria 26 tahun asal Padang, Sumatera Barat ini menyebutkan komunitas PIS sudah lama berdiri.

Resmi dibentuk pada tahun 2013 silam. Pembentukan komunitas ini sendiri untuk mewadahi kebersamaan skater yang suka freestyle.

Di PIS, kata dia, para skater, sebutan pecinta sepatu roda, bisa berbagi pengalaman. Anggota dapat belajar dari teman sekomunitas yang lebih mahir atau lebih lihai di salah satu gaya.

Ia berharap, Inline Skate di Pekanbaru tetap ada. (Tribunpekanbaru.com/Fernando Sihombing)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved