Mayat Seorang Wanita Ditemukan Mengapung di Pelabuhan Desa Sungai Tohor Barat, Meranti, Riau

Masyarakat dibuat geger dengan penemuan mayat perempuan yang mengapung di pelabuhan Desa Sungai Tohor Barat, Kabupaten Meranti, Riau.

Mayat Seorang Wanita Ditemukan Mengapung di Pelabuhan Desa Sungai Tohor Barat, Meranti, Riau
FOTO/ISTIMEWA
Temuan mayat Wanita di Kepulauan Meranti. 

Mayat Seorang Wanita Ditemukan Mengapung di Pelabuhan Desa Sungai Tohor Barat, Meranti, Riau

TRIBUNPEKANBARU.COM - Masyarakat dibuat geger dengan  penemuan mayat perempuan yang mengapung di pelabuhan Desa Sungai Tohor Barat, Kabupaten Meranti, Riau.

Kepala Polisi Resor (Polres ) Kepuluaan Meranti AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat mengatakan Korban tersebut bernama
Nofirawati (31).

Dari keterangan polisi korban merupakan warga Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kepulauan Meranti. Selain itu korban juga diketahui memiliki gangguan kejiwaan.

 Korban tersebut ditemukan pada hari Sabtu tanggal 15 Februari 2020 sekira pkl 00.15 WIB di Pelabuhan Rakyat Desa Sungai Tohor Barat Kec. Tebing Tinggi Timur Kab. Kepulauan Meranti.

Kapolres Meranti menjelaskan pada hari Jumat (14/2/2020) sekira pukul 20.00 WIB, ibu korban datang ke rumah saksi bernama Budimas untuk meminta tolong agar mencari korban.

"Yang mana korban pergi sekira pukul 18.30 WIB ke arah Desa sungai tohor barat, pada saat mencari Korban sekira pukul 20.15 wib saksi Budimas bertanya kepada warga desa Sungai Tohor barat apakah ada melihat korban diseputaran Desa Sungai Tohor Barat," ujar Taufiq.

Dilanjutkan Kapolres pada saat itu ada beberapa warga yang melihat korban berjalan kaki mengarah kepelabuhan Desa Sungai Tohor Barat, mengetahui hal tersebut Budimas kembali mencari korban di seputaran pelabuhan bersama-sama dengan warga Sungai Tohor Barat dan Warga Desa Sungai Tohor yang datang ikut mencari namun Korban belum ditemukan.

"Sekira pukul 00.15 wib Saksi Kurnia Ihsan yang mana pada saat itu sedang memancing di pelabuhan Desa Sungai Tohor Barat tersebut melihat ada sesuatu yang mengambang hanyut terseret arus di depannya," ujar Kapolres.

Kemudian saksi Kurnia Ihsan segera menghidupkan lampu penerangan (senter) dan melihat ada mayat manusia yang hanyut mengapung dalam posisi telungkup. 

Mengetahui hal tersebut saksi  berteriak memanggil warga yang masih berada di seputaran pelabuhan untuk mencari korban tersebut, selanjutnya warga bersama mengangkat mayat korban dan membawa korban ke rumah duka dengan menggunakan mobil ambulance dan memanggil dokter atau tenaga kesehat untuk memastikan keadaan korban.

"Bahwa terhadap korban tidak ditemukan tanda kekerasaan, benturan benda tumpul di sekitar tubuh korban (meninggal akibat tenggelam) dan dokter juga menyatakan kepada keluarga korban bahwasanya korban sudah meninggal dunia." ujar Kapolres.

Kapolres juga menambahkan bahwa pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan Autopsi dan menerima korban meninggal akibat tenggelam.

( Tribun Pekanbaru.com / Teddy Tarigan )

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved