Berita Riau

BKSDA Riau Sita Dua Jerat dan Bakal Pasang Kamera Trap di Lokasi Penemuan Jejak Harimau di Pelalawan

Tim BKSDA Riau menemukan jerat biasanya digunakan untuk binatang.Tak hanya satu, jerat yang didapati ada dua dan menggunakan tali serta besi tipis.

BKSDA Riau Sita Dua Jerat dan Bakal Pasang Kamera Trap di Lokasi Penemuan Jejak Harimau di Pelalawan
FOTO/ISTIMEWA
Jejak Kaki Harimau Sumatera di . 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALANKERINCI- Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah l Riau menurunkan tim ke Desa Tolam, Kecamatan Pelalawan setelah menerima laporan terkait sapi yang mati diduga diserang Harimau Sumatera.

Kepala Bidang Wilayah l BBKSDA, Andri Hansen Siregar, dalam sepekan ini timnya dua kali turun ke Desa Tolam. Pertama tim diturunkan setelah mendapatkan laporan penemuan jejak harimau di kebun kelapa sawit milik warga Tolam. Tim melakukan pengecekan secara langsung ke bekas jejak kaki binatang buas itu.

"Memang benar jejak tersebut adalah jejak dari Harimau Sumatera. Namun tidak ada tanda-tanda jejak yang lain," terang Andri Hansen, Senin (17/2/2020).

Hansen menyebutkan, saat timnya melaksanakan penyisiran di sekitar kebun yang diduga sebagai perlintasan harimau, tim menemukan jerat biasanya digunakan untuk binatang.

Kades Diarak Naik Becak,Bupati Yopi Sebut Pelantikan Kades Lebih Meriah dari Pelantikan DPRD Inhu

Wakil Rakyat Apresiasi Satpol PP Pelalawan Segel Dua Gelper yang Diduga Jadi Tempat Perjudian

Tuntut Kades yang Diduga Mesum Mundur,Warga Kampung Langkai Gelar Aksi di Kantor Desa dan DPRD Siak

Tak hanya satu, jerat yang didapati ada dua dan menggunakan tali serta besi tipis di ujungnya serta diikatkan diantara pokok sawit. Petugas langsung menyita jerat itu dan dibawa ke kantor seksi wilayah I KSDA Riau.

"Sejak itu kita sudah mengimbau agar warga tidak lagi memasang jerat, karena berbahaya bagi harimau," tambah Hansen.

Tim diturunkan kembali setelah mendapat laporan jika ada sapi warga yang mati diduga diserang harimau dengan bekas luka di leher serta pinggul. Pihaknya berencana memasang kamera trap di lokasi yang diduga menjadi jalur lewat harimau.

"Kami belum bisa memprediksi usia dan ukuran individu harimau itu. Sebab jejaknya tidak tercetak dengan jelas. Demikian juga dengan jarak antara jejak yang satu dengan yang lain tidak beraturan," ujarnya.

Kepala Desa Tolam, Rupardi membenarkan tim BKSDA Riau yang turun ke lokasi sejak laporan penemuan jejak harimau. Ia sendiri ikut menemani petugas saat melakukan peninjauan dan penyisiran TKP. Mereka menemukan jerat yang dipasang orang tak dikenal di daerah tak jauh dari jejak harimau.

"Jerat itu biasa untuk menangkap babi. Tapi takutnya nanti harimaunya yang kena. Kita sudah sosialisasikan ke masyarakat," ujar Rupardi. (Tribunpekanbaru.com/johannes tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved