Sempat Terhenti Karena Corona, Kini Impor Bawang Putih Sudah Boleh

Harga sejumlah kebutuhan pokok yang sebelumnya sempat melambung kini mulai normal kembali. Salah satunya adalah bawang putih.

Sempat Terhenti Karena Corona, Kini Impor Bawang Putih Sudah Boleh
TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY
Pedagang sedang menyusun bawang putih yang dijualnya, beberapa waktu lalu. 

Sempat Terhenti Karena Corona, Kini Impor Bawang Putih Sudah Boleh

TRIBUNPEKANBARU.COM - Harga sejumlah kebutuhan pokok yang sebelumnya sempat melambung kini mulai normal kembali.

Salah satunya adalah bawang putih.

Sebelumnya sempat menyentuh dikisaran Rp50 ribu per kilogramnya.

Namun saat ini turun di kisaran Rp35 ribu.

"Memang kemarin harga bawang putih sempat naik dan tembus Rp50 ribu per kilogramnya. Tetapi untuk sekarang harga bawang putih di pasaran sudah berangsur turun, yaitu Rp35 ribu per kilogram," kata Seksi Pengembangan dan Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Riau, Suryatiningsih, Senin (17/2/2020).

Kenaikan harga bawang putih ini, kata Ningsih akibat dari adanya kebijakan pemerintah Indonesia yang sempat menutup kran impor bawang putih ke Indonesia.

PSIKOLOG : Bapak Bunuh Anak Kandung di Pekanbaru Harus Jalani Tes Psikologi Secara Menyeluruh

BAPAK Bunuh Anak Kandung di Pekanbaru Bertingkah Aneh, Mandi di Depan Rumah hingga Mengipas Parit

Kebijakan tersebut dilakukan Kementerian Perdagangan tersebut menyikapi mewabahnya virus corona yang sempat dikabarkan ada isu bawang putih dapat menyebabkan virus corona.

"Setelah dilakukan penelitian bahwa bawang putih tidak ada menyebabkan virus corona, sehingga izin impornya pun sekarang sudah diperbolehkan lagi. Makanya sekarang harga bawang putih dipasangan sudah mulai turun, hasil pemantauan kita di pasar Sukaramai itu sudah di kisaran Rp 35 ribu per kilogramnya," kata Ningsih.

Sedangkan untuk harga sembako yang lain, pihaknya mengklaim belum terjadi kenaikan yang signifikan.

Sejumlah harga Sembako dipasaran masih stabil.

"Yang lain belum ada kenaikan, masih stabil. Untuk pemantauan harga sembako kita lakukan saat jam kerja saja. Sedangkan untuk hari libur kami hanya melakukan pemantauan di saat hari besar keagamaan," ujarnya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgio)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved