Senin, 13 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Tak Terima Diputus Pacar, Pria di Palembang Ini Benturkan Kepala Sang Mantan ke Dinding

OG melapor lantaran kepalanya sudah dibenturkan WM ke dinding ditengarai karena tidak suka hubungan pacaran keduanya putus.

Editor: Sesri
sripoku.com/andyka wijaya
OG mendatangi SPKT Polrestabes Palembang, melaporkan telah dianiaya pacarnya, lantaran sudah diputuskannya, Senin, (17/2/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tidak terima hubungan asmara diputus, seorang pria berinisial WM (24) nekat menganiaya mantan pacarnya itu.

WM akhirnya dilaporkan mantan pacarnya, OG (23), ke SPKT Polrestabes Palembang Senin (17/2/2020) siang.

OG melapor lantaran kepalanya sudah dibenturkan WM ke dinding ditengarai karena tidak suka hubungan pacaran keduanya putus.

Peristiwa penganiayaan ini terjadi di rumah korban yang beralamat di Jalan Kapten Abdullah Kecamatan Plaju Palembang, Minggu (16/2/2020) sekitar pukul 20.20.

"Waktu itu dia tidak terima saya putusin, jadi dia ke rumah saya malam-malam meminta saya untuk tidak memutuskannya, namun terjadi keributan antara saya dengan dia," kata Og kepada petugas SPKT Polrestabes Palembang.

Mungkin lantaran tidak terima keputusan dan emosi terlapor nekat menganiaya mantan pacarnya hingga kepala korban mengalami sakit akibat dibenturkan serta mata mengalami luka lebam di mata sebelah kanan.

"Saya tidak terima prilaku dia ke saya, selama pacaran tiga tahun dia tidak pernah memukul saya baru inilah.

Memang dia suka marah tapi tidak pernah main tangan seperti ini selama pacaran dulu," katanya.

Sebelum melaporkan perbuatan sang mantan pacar, korban terlebih dahulu ke Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Palembang untuk berobat.

"Saya berobat dulu ke rumah sakit, barulah saya membuat laporan polisi di SPKT Polrestabes Palembang," tambahnya.

 Sementara, Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kepala SPKT Polrestabes Palembang membenarkan adanya laporan korban mengenai penganiayaan yang dilakukan mantan pacarnya di dalam rumah korban.

"Laporan sudah diterima anggota piket kita selanjutnya laporan polisi akan diserahkan ke unit Reskrim Polrestabes Palembang, untuk pasal yang digunakan dalam laporan polisi ini yakni pasal 351 KUHP dengan ancaman penjara paling lama dua tahun delapan bulan," tutupnya.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved