Berita Riau

BPBD Pelalawan Riau Klaim Karhutla Nol Dalam Sepekan

BPBD Pelalawan Riau mengklaim dalam sepekan ini wilayah Pelalawan aman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BPBD Pelalawan Riau Klaim Karhutla Nol Dalam Sepekan
Istimewa
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan Riau mengklaim dalam sepekan ini wilayah Pelalawan aman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal itu diakibatkan masih tingginya curah hujan di wilayah Pelalawan sejak Januari hingga pertengahan Februari ini. Alhasil kanal, parit, dan sungai-sungai masih dipenuhi air. Termasuk lahan gambut yang menjadi langganan Karhutla belum mengering dan sulit terbakar.

"Peluang hujan masih cukup tinggi di daerah kita dengan intensitas ringan hingga sedang. Meskipun tidak merata dan seluruh wilayah," tutur Kepala BPBD Pelalawan, Hadi Penandio, Selasa (18/2/2020).

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), seharusnya pertengahan Februari ini sudah musim kemarau, tapi buka berarti tidak ada hujan sama sekali.

60 Anggota PPK yang Diumumkan KPU Pelalawan Riau Dijamin Bawaslu Bersih dari Politik Praktis

Kajati Riau Persilakan Warga Lapor,Larang Jaksa di Siak Minta Proyek atau Bantu Menangkan Proyek

Ketat Periksa Peserta Ujian, Upaya Panselda CPNS Kuansing Riau Antisipasi Joki

Potensi hujan masih berlangsung hingga Maret mendatang dengan intensita ringan. Kondisi itu yang membuat musim yang tidak menentu setiap hari, dimana panas terik bisa berubah menjadi awan gelap serta hujan.

Selain karena faktor alam, lanjut Hadi Penandio, karhutla yang muncul dapat ditekan dengan kesiapsiagaan tim rayon di kecamatan masing-masing menghadapi musim pnas dan kebakaran setiap tahun.

Setiap instansi gabungan dalam tim rayon telah memahami tugas dan langkah yang diambil jika di wilayahnya ditemukan titik panas maupu titik api.

"Dua pekan lalu ada muncul api kecil. Karhutla hanya puluhan meter. Langsung bisa dipadamkan oleh tim masing-masing," tambah Hadi Penandio.

Ia menjelaskan, dalam tahun ini ada dua periode musim hujan dan musim kemarau. Diperkirakan kemarau kering akan terjadi mulai akhir Mei atau awal Juni. Jika tidak diantisipasi sejak dini, Karhutla bisa terjadi secara meluas. (Tribunpekanbaru.com/johannes tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved