Berita Riau

Curigai Gelagat Penumpang Kapal Feri, Bea Cukai Selatpanjang Riau Amankan Puluhan Laptop Ilegal

Upaya penyelundupan 26 unit notebook dan 103 aksesoris beserta suku cadangnya berhasil digagalkanK antor Bantu Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai.

Curigai Gelagat Penumpang Kapal Feri, Bea Cukai Selatpanjang Riau Amankan Puluhan Laptop Ilegal
Tribun Pekanbaru/Istimewa/Bea Cukai
PENUMPANG Kapal Ferry MV Dumai Line 2 Terciduk Bea Cukai Selatpanjang Bawa Laptop Ilegal dari Batam 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEPULAUAN MERANTI - Kantor Bantu Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Selatpanjang Tipe Madya Pabean C Bengkalis mengamankan puluhan notebook beserta ratusan asesorisnya yang berasal dari kawasan bebas Batam, Kepulauan Riau, Minggu (16/2/2020) di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Kepulauan Meranti.

Upaya penyelundupan 26 unit notebook dan 103 aksesoris beserta suku cadangnya berhasil digagalkan.

Kepala Kantor Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Selatpanjang, Agus Supriyanto membenarkan jika pihaknya telah melakukan penegahan terhadap puluhan elektronik berupa notebook dan ratusan asesorisnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa penindakan dilakukan karena barang tersebut tidak dilengkapi dokumen sesuai dengan ketentuan.

"Benar kita telah melakukan penegahan terhadap elektronik berupa notebook dari Batam yang tidak dilengkapi dengan dokumen," kata Agus, Selasa (18/2/2020).

BPBD Pelalawan Riau Klaim Karhutla Nol Dalam Sepekan

60 Anggota PPK yang Diumumkan KPU Pelalawan Riau Dijamin Bawaslu Bersih dari Politik Praktis

60 Anggota PPK yang Diumumkan KPU Pelalawan Riau Dijamin Bawaslu Bersih dari Politik Praktis

Kasi Kepatuhan Internal dan Kehumasan Bea Cukai Bengkalis, Mulia Pangihutan Sinambela mengatakan penindakan berawal dari adanya informasi pemasukan barang elektronik yang berasal dari kawasan bebas Batam tujuan Selatpanjang melalui kapal feri MV Dumai Line 2.

Selanjutnya petugas melakukan pengawasan terhadap barang yang turun dari kapal feri tersebut. Petugas mencurigai seorang yang membawa koper yang terlihat sangat berat.

"Karena curiga, petugas pun memutuskan menghentikan orang tersebut, dan melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaannya. Dalam pemeriksaan, petugas menemukan puluhan notebook dan ratusan aksesoris tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan dengan total harga barang sekitar Rp76 juta," kata Sinambela.

Selanjutnya petugas membawa semua barang bukti ke Kantor Bantu Selatpanjang untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Kita sedang meminta keterangan dari berbagai pihak, dan sudah menetapkan barang hasil penindakan sebagai barang untuk dikuasai negara. Selanjutnya apakah akan dimusnahkan atau dilakukan pelelangan," ujarnya. (Tribunpekanbaru.com/teddy tarigan)

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved