Berita Riau

Himpaudi Kecamatan Siak dan Mempura Riau Gelar Sosialisasi Stunting

Himpaudi Kecamatan Siak dan Mempura, bekerjasama dengan Disdikbud menggelar kegiatan Sosialisasi Percepatan Penurunan Stunting

Himpaudi Kecamatan Siak dan Mempura Riau Gelar Sosialisasi Stunting
ist
Ilustrasi stunting 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kecamatan Siak dan Mempura, bekerjasama dengan Disdikbud menggelar kegiatan Sosialisasi Percepatan Penurunan Stunting, Rabu (19/2/2020) di aula TK Pemda, Siak.

Kegiatan itu diikuti oleh 92 peserta, mulai dari kepala TK, guru TK, kepala Paud dan guru Paud di 2 kecamatan itu. Kegiatan itu dihadiri pula oleh Bunda PAUD Kabupaten Siak Rasidah Alfedri dan nara sumber dari Dinas Kesehatan Siak, Rois Marsela.

Rois Marsela menerangkan, stunting adalah kegagalan tumbuh kembang anak secara optimal. Hal itu disebabkan dampak dari kekurangan gizi secara kumulatif dan terus menerus.

Secara umum kata dia, penyebab stunting adalah rendahnya asupan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan, yakni sejak janin hingga bayi umur dua tahun. Selain itu, penyebab lainnya adalah fasilitas sanitasi yang buruk, minimnya akses air bersih, dan kurangnya kebersihan lingkungan.

Jimat Bikin Alat Metal Detektor Bunyi, Satu Peserta CPNS di Kuansing Riau Bawa Inggu untuk Jaga Diri

Kepala Imigrasi Siak Riau Sebut 12 TKA China yang Bekerja di Sinar Mas Negatif Virus Corona

Hari Ketiga Pelaksaan Tes SKD CPNS Pemko Pekanbaru, 518 Peserta Dinyatakan Gugur

"Paling tidak dengan melakukan pemeriksaan secara rutin, minimal empat kali dalam masa kehamilan, diharapkan berbagai persoalan terkait pertumbuhan anak di dalam kandungan bisa terpantau," ujarnya.

Rois mengatakan, beragam cara mencegah stunting agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Seperti, melakukan inisiasi menyusu dini begitu si kecil lahir, memberikan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan, serta memberikan makanan bergizi seimbang secara bertahap sesuai kemampuan dan usianya.

Selain itu, perlu juga dilakukan perbaikan sanitasi dan akses air bersih guna mencegah risiko ancaman penyakit infeksi. "Tentu saja, semua itu harus didukung dengan pola asuh dan perawatan yang baik dari orangtua," kata dia.

Rasidah Alfedri menyampaikan apresiasi kepada pihak panitia yang secara swadaya bisa membuat kegiatan tersebut. Kegiatan itu dianggap bagus untuk diketahui oleh para guru-guru PAUD.

"Guru PAUD mempunyai peran startegis dalam upaya penanggulangan dan pencegahan stunting pada anak usia dini," kata Rasidah.

Ia menyampaikan, angka stunting di Provinsi Riau sebesar 27 persen. Sementara di Kabupaten Siak jumlah penderita stunting sebanyak 21 persen.

Rasidah mengatakan, bahaya anak-anak yang stunting atau pertumbuhannya kerdil adalah menurunnya tingkat kecerdasan otak si anak sebanyak 30 persen. Kemudian si anak jadi rentan sakit. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved