Berita Riau

Kepala Imigrasi Siak Riau Sebut 12 TKA China yang Bekerja di Sinar Mas Negatif Virus Corona

12 TKA asal China itu bekerja di Sinar Mas Group, Kecamatan Tualang. Mereka tiba di Siak pada 30 Januari, kemudian dikarantina lebih kurang 14 hari.

Kepala Imigrasi Siak Riau Sebut 12 TKA China yang Bekerja di Sinar Mas Negatif Virus Corona
Tribun Pekanbaru/Kompas.com
Ilustrasi Virus Corona 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK- 12 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China dinyatakan negatif virus corona (covid 19). Demikian dikatakan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Siak Anak Agung Bagus Narayana.

Hasil tersebut berdasarkan observasi yang dilakukan di Eka Hospital Pekanbaru.

"Kita bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Distransnaker Siak untuk langsung turun memastikan kondisi 12 TKA itu. Mereka telah mengikuti prosedur dan dinyatakan negatif," kata Anak Agung Bagus Naraya, Rabu (19/2/2020).

Ia menjelaskan, 12 TKA asal China itu bekerja di Sinar Mas Group, Kecamatan Tualang. Mereka tiba di Siak pada 30 Januari, kemudian dikarantina lebih kurang 14 hari.

"Kami juga sudah berjumpa dengan dokter yang mendampingi mereka dan melihat hasil observasinya. Sebelum itu mereka dikarantina di tempat khusus," kata dia.

Ia meminta kepada masyarakat tidak khawatir terkait adanya isu virus corona di Perawang. Ia mengatakan Imigasi Siak komitmen menangani permasalahan TKA yang melanggar ketentuan termasuk terindikasi virus corona.

"Masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu-isu yang beredar di Tualang. Mohon percayakan kepada kami bahwa kami tidak main-main dalam hal ini," kata dia.

Data yang disampaikannya, jumlah keluarga TKA di Kabupaten Siak sebanyak 186 orang. Pekerja 116 orang sisanya adalah keluarga seperti istri dan anak-anak TKA tersebut.

"Mereka bekerja di bawah Sinar Mas Grup. Di perusahaan lain tidak ada," kata dia.
Kebanyakan dari TKA tersebut berasal dari India. Sedangkan TKA asal China lebih banyak pada skill engineering dan TKA asal India lebih banyak pada bidang perkebunan Hutan Tanaman
Industri (HTI). "Semuanya pekerja skill," kata dia.

Pada 2019, pihaknya mendeportasi sebanyak 6 TKA yang menyalahi izin. Pada 2020 ini belum ada TKA yang bermasalah.

"Enam orang itu dulu menggunakan izin pelancong namun membuka usaha di Siak," kata dia. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved