Migas Tak Bisa Diandalkan Lagi, Pemprov Kembangkan Energi Baru Terbarukan

Saat ini Riau tidak lagi mengandalkan Migas sebagai primadonanya untuk meningkatkan perekonomian di Riau.

Migas Tak Bisa Diandalkan Lagi, Pemprov Kembangkan Energi Baru Terbarukan
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Migas Tak Bisa Diandalkan Lagi, Pemprov Kembangkan Energi Baru Terbarukan

TRIBUNPEKANBARU.COM - Provinsi Riau kaya akan potensi sumberdaya alamnya.

Salah satunya adalah potensi Minyak dan Gas (Migas) yang sempat menjadi primadona di Riau.

Namun saat ini Riau tidak lagi mengandalkan Migas sebagai primadonanya untuk meningkatkan perekonomian di Riau.

Pemerintah Provinsi Riau terus melakukan terobosan baru dalam pengembangan sumber daya alam agar tidak lagi bergantung dengan Migas.

Salah satunya energi baru terbarukan yang menjadi alternatif positif untuk dikembangkan.

“Pemerintah memang terus mencarikan formula untuk mengembangkan potensi daerah,” Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Riau Indra Agus Lukman, Jumat (21/2/2020).

PT CPI dan Pegiat Konservasi Kerjasama untuk Pantau Gajah Sumatera Pakai GPS

Jawab Pertanyaan Jokowi, Tiga Warga Dapat Sepeda

Seperti halnya energi baru terbarukan atau dikenal dengan EBT yang sangat memungkinkan untuk dikembangkan di Riau.

Semangat itu juga tertuang dalam RUED Riau 2020-2050 yakni akan menjadikan Provinsi Riau mandiri energi dan terdepan dalam pemanfaatan EBT.

Konsep mandiri energi yang dimaksud yakni kondisi dimana Riau dapat memenuhi kebutuhan energi dalam jumlah yang cukup, aman, ramah lingkungan dengan memanfaatkan sumber dan potensi energi di wilayah provinsi Riau.

“Ini yang sedang kita upayakan. Untuk konsep terdepan dalam pemanfaatan EBT yakni, kondisi dimana provinsi Riau menjadi provinsi terdepan di Indonesia dalam pemanfaatan EBT. Baik dari sisi penelitian dan pengembangan, produksi dan bauran energi yang maksimal,” katanya.

Sementara untuk potensi EBT yang dapat dikembangkan adalah sekror panas bumi yang bisa dikonversi ke listrik diperkirakan ada potensi hingga 20 MW. Belum lagi potensi SDA air, ada potensi sebesar 961,84 MW, dari potensi ini sudah digunakan sebanyak 114,27 MW.

Tidak hanya itu bio energi dan EBT lainnya masih sangat mungkin untuk dikembangkan secara positif.

Hal itu tambah Indra juga perlu didukung dengan kemampuan sumber daya manusia dan teknologi yang diterapkan.

Sehingga harapan dan capaian yang diinginkan dapat berjala optimal. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgio)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved