Breaking News:

Fakta Baru Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Permintaan Istri hingga Suntik KB

Polisi menemukan fakta bahwa korban dipaksa untuk suntik KB. , setelah selesai melakukan threesome, korban diberi uang, mulai dari Rp 20.000

Editor: Sesri
KOMPAS.com/Tresno Setiadi
Foto Dokumentasi Polsek Bumiayu: Kapolsek Bumiayu AKP Adiel Aristo saat menginterogasi pasutri yang diduga melakukan pencabulan kepada salah satu siswi, di Mapolsek Bumiayu, Senin (17/2/2020) 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kasus pasangan suami istri menyekap seorang siswi SMP dan memaksa untuk melayani threesome terus menjadi sorotan.

Polisi menemukan fakta bahwa korban dipaksa untuk suntik KB.

Selain itu, kedua tersangka, Sarkum (51) dan Puroh (30), juga menjanjikan akan memberikan uang Rp 5 juta kepada korban jika menuruti kemauan mereka.

Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka memaksa korban untuk pergi ke bidan dan melakukan suntik KB.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Brebes Iptu Puji Haryati mengungkapkan Puroh sendiri yang pergi mengantarkan korban sebelum berhubungan bertiga bersama suaminya.

Waktu itu, menurut Puji, pelaku mengiming-imingi korban dengan uang Rp 5 juta.

"Yang meminta hubungan badan bertiga itu istrinya," kata Puji, di Mapolres Brebes, Kamis (20/2/2020).

Polisi juga menemukan fakta, setelah selesai melakukan threesome, korban diberi uang, mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 100.000.

Tindakan tersebut agar berharap korban tidak membocorkan tindakan bejat mereka kepada orang lain.

"Pernah bibi korban melihat korban berjalan ke arah rumah pelaku. Namun, saat ditanya tersangka mengaku tak mengetahuinya," kata Puji.

Dari hasil pemeriksaan, Sarkum mengaku sudah melancarkan aksinya hingga sembilan kali.

Dua di antaranya berhubungan badan tiga orang, bersama korban dan istrinya.

Sarkum juga mengakui, perbuatan bejatnya itu dilakukan di rumah kosong dan hotel.

"Sembilan kali berhubungan badan. Di rumah dan di hotel. Kalau hubungan badan bertiga yang pertama kali meminta itu istri saya," kata Sarkum.

Puroh tidak ditahan karena punya balita 2,5 tahun

Siti Saefuroh atau Puroh (30), salah satu tersangka yang mengajak suaminya, Sarkum untuk mencabuli IT (16), siswi SMP di Brebes, akhirnya tak ditahan polisi.

Pasalnya, Puroh memiliki anak berumur 2,5 tahun, sehingga sementara tidak ditahan.

"Keduanya ditetapkan sebagai tersangka. Istrinya tidak kami tahan demi faktor kemanusiaan karena memiliki anak usianya baru 2,5 tahun," kata Puji di Mapolres Brebes, Kamis (20/2/2020). (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved