Listrik ke TPS Diputus, Satpol PP akan Tertibkan Pedagang Belum Pindah ke STC Pekanbaru

Pengelola STC memutus aliran listrik ke TPS. Namun masih ada pedagang bertahan dan belum masuk ke STC.

Listrik ke TPS Diputus, Satpol PP akan Tertibkan Pedagang Belum Pindah ke STC Pekanbaru
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Warga melintas didepan kios pedagang yang berjualan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) depan Sukaramai Trade Center (STC) Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Jumat (7/2/2020). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pedagang sekitar Sukaramai Trade Centre (STC) mulai mengosongkan Tempat Penampungan Sementara (TPS) sejak, Sabtu (22/2/2020).

Mereka akhirnya mengosongkan TPS setelah menerima surat peringatan terakhir Jumat sore.
Informasi Tribun, satu persatu pedagang sudah meninggalkan TPS. Mereka mengangkut barang dagangan di dalam TPS.

Para pedagang akhirnya mengosongkan TPS. Apalagi pengembang STC, PT Makmur Papan Permata (MPP) sudah mencabut aliran listrik yang ada di seluruh TPS.

Pemutusan listrik berlangsung, Sabtu malam kemarin. Adanya pemutusan listrik seiring pengosongan TPS yang sudah berdiri sejak 2016 silam.

Sejumlah pedagang memastikan untuk pindah dari TPS. Ada ratusan pedagang sudah menyampaikan kepastian pindah kepada manajemen PT.MPP.

"Ada sekitar 200 orang sudah memastikan pindah ke dalam STC. Aliran listrik di TPS sudah diputus,," ujar Kepala Cabang PT MPP Kota Pekanbaru, Suryanto kepada Tribun, Minggu (23/2/2020).

Menurutnya, pemutusan listrik sesuai arahan dari tim Pemerintah Kota Pekanbaru. Mereka akhirnya memutuskan listrik setelah adanya upaya pengosongan TPS.

Suryanto menyebut para pedagang mulai melakukan pengosongan secara bertahap. Ada di antara pedagang mengosongkan TPS tapi belum pindah ke dalam STC. "Ada yang bawa ke rumah dulu barang-barangnya," ulasnya.

Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Agus Pramono menegaskan bahwa para pedagang tidak boleh berjualan lagi di Tempat Penampungan Sementara (TPS) sekitar Sukaramai Trade Centre (STC). Peringatan ini seiring pengosongan TPS oleh pedagang sejak, Jumat kemarin.

Apalagi pengembang STC sudah memutus jaringan listrik di TPS. "Kami menegaskan bahwa setelah pengosongan, berjualan di TPS adalah ilegal," tegasnya kepada Tribun, Minggu.

Halaman
12
Penulis: Fernando
Editor: ihsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved