Breaking News:

Pelalawan

NEWS VIDEO: Tiga Pelaku Jambret Emas di Pelalawan Diringkus Polisi, 2 Berstatus Pelajar

Penangkapan ketiga pelaku berawal ketika mereka beaksi di Pasar Baru Kelurahan Sorek Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan pada Rabu (19/2/2020) pekan

Berdasarkan penuturan para tersangka, mereka sudah tujuh kali beraksi di Pelalawan. Komplotan jambret ini sengaja datang dari Kota Pekanbaru untuk melakukan kejahatan jalanan. Total sudah tujuh kali mereka menjambret perhiasan emak-emak di jalan raya diantaranya empat Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Pangkalan Kerinci dan tiga TKP lainnya di Pangkalan Kuras.

Kawanan jambret yang masih remaja ini dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman paling lama 12 tahun penjara. Polisi memastikan jika kita tersangkalah yang selama ini telah meresahkan warga di jalan raya.

Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP Teddy Ardian SIK menuturkan, kawanan jambret ini sengaja datang dari Pekanbari menggunakan dua sepeda motor. Sebenarnya mereka beraksi empat orang, namun satu lagi melarikan diri berinisial I dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Setelah mendapat gambaran, keempatnya langsung memepet korban yang kebanyakan emak-emak yang menggunakan perhiasan sambil mengendarai sepeda motor.

Remaja ini merampas emas korban secara spontan tanpa memikirkan keselamatan korbannya. Namun mereka tidak menggunakan senjata tajam atau benda tumpul dalam beraksi. Emas asil jambret dibawa ke Pekanbaru dan dijual untuk mendapatkan uang.

"Bahkan orangtua salah satu tersangka yakni PO merupakan pedagang emas di pusat perbelanjaan di Pekanbaru. Namun tidak ada kaitannya," tambah Kasat Teddy.

Ternyata dalam beraksi para pelaku tidak dalam keadaan normal, melankan dibawa pengaruh narkotika jenis sabu. Mereka menghisap sabu-sabu terlebih dahulu di Pekanbaru sebelum turun ke Pelalawan menjambret. Alhasil mereka lebih berani dan garang lantaran mengkonsumsi serbuk putih memabukan itu. Ketahuan dari hasil pemeriksaan urin positif mengandung ampethamine saat ditest polisi.

"Setiap mau beraksi, mereka menyabu dulu. Uang hasil penjualan menjambret juga dibelikan narkoba," tandasnya.
(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved