Berita Riau

Plt Bupati Bengkalis Muhammad Mangkir Lagi dari Panggilan Penyidik untuk Ketiga Kalinya

Wakil Bupati (Wabup) Muhammad yang kini menjabat sebagai Plt Bupati Bengkalis, kembali mangkir dari panggilan penyidik Ditreskrimsus Polda Riau.

Plt Bupati Bengkalis Muhammad Mangkir Lagi dari Panggilan Penyidik untuk Ketiga Kalinya
Tribun Pekanbaru/Rizky Armanda
FOTO ILUSTRASI - Demonstran geruduk Kantor Ditreskrimsus Polda Riau beberapa waktu lalu, minta Wabup Bengkalis ditangkap 

PEKANBARU - Wakil Bupati (Wabup) Muhammad yang kini menjabat sebagai Plt Bupati Bengkalis, kembali mangkir dari panggilan penyidik Ditreskrimsus Polda Riau.

Sesuai jadwal, harusnya Muhammad diperiksa pada Selasa (25/2/2020) ini sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan pipa transmisi PDAM di Tembilahan, Indragiri Hilir (Inhil).

Ini adalah kali ketiga Muhammad tidak memenuhi panggilan penyidik.

Sebelumnya, dia pernah dipanggil pada Kamis (6/2/2020). Lalu pada Senin (10/2/2020).

Dalam dua kesempatan itu, Muhammad tidak hadir.

Ternyata tak lama berselang, baru diketahui jika Muhammad mengirimkan surat untuk penundaan pemeriksaan dirinya kepada penyidik.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, membenarkan jika penyidik telah melayangkan kembali surat panggilan terhadap Muhammad untuk menjalani pemeriksaan pada Selasa ini.

Namun hingga sore hari, yang bersangkutan tidak kunjung datang.

"Sampai tadi saya tanya ke penyidik, (Muhammad) belum (datang)," sebut Sunarto, Selasa sore.

"Sampai jam 3 sore tadi saya tanya, belum (hadir)," lanjut Perwira Menengah (Pamen) berpangkat melati tiga itu lagi.

Disinggung tentang langkah lanjutan yang akan dilakukan penyidik, termasuk melakukan upaya paksa, Sunarto menjawab normatif.

"Nanti ditanyakan ke penyidik. Yang jelas penyidik sampai saat ini menunggu kehadirannya," bebernya.

Kasus dugaan korupsi proyek pengadaan dan pemasangan pipa transmisi PDAM di Kabupaten Inhil, Provinsi Riau, tahun 2013, akhirnya menyeret nama Muhammad, ST, MP, yang kini menjabat Wakil Bupati Bengkalis sebagai tersangka.

Saat proyek itu berlangsung, Muhammad diketahui menjabat sebagai Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Riau.

Proyek milik Bidang Cipta Karya Dinas PU Provinsi Riau tahun 2013 ini, menghabiskan dana sebesar Rp 3.415.618.000. Proyek ini ditengarai tidak sesuai spesifikasi. (Tribunpekanbaru. com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved