Pembongkaran TPS STC

RICUH ! Pedagang STC Tolak Pembongkaran TPS, Kasatpol PP Didorong, Batu Melayang ke Arah Petugas

Proses pembongkaran Tempat Penampungan Sementara atau TPS sekitar Sukaramai Trade Centre atau STC berlangsung ricuh

Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
RICUH ! Pedagang STC Tolak Pembongkaran TPS, Kasatpol PP Didorong, Batu Melayang ke Arah Petugas 

Listrik tersebut padam terhitung akhir pekan kemarin. Pedagang juga meminta agar tetap bisa berjualan hingga Lebaran 2020 ini.

"Kami sangat kecewa, kenapa listrik diputus. Termasuk listrik di mushala," papar Perwakilan Pedagang TPS di STC, Fatrizul, Senin.

Menurutnya, rekan sesama pedagang juga meminta waktu untuk menunda jadwal pengosongan TPS.   

Mereka meminta waktu hingga malam takbiran. 

Ia menyebut bahwa saat ini ada 500 pedagang yang meminta agar menunda jadwal pengosongan.

Mereka kini menanti kebijakan dewan bersama pemerintah kota.

Ada sejumlah alasan pedagang menolak pindah. Satu di antaranya kondisi STC yang belum sesuai untuk berdagang.

Mereka juga mengeluhkan fasilitas pendukung yang belum siap. Fasilitas yang belum siap seperti pendingin udara hingga akses masuk.

"Kalau pindah, perlu waktu, tidak akan bisa pindah begitu saja," keluhnya.

Perwakilan pedagang di Tempat Penampungan Sementara (TPS) sekitar Sukaramai Trade Centre (STC) akhirnya bertemu dengan Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Nofrizal, Senin (24/2/2020) siang.

Mereka bertemu pimpinan dewan setelah sempat membahas tuntutan para pedagang dengan Komisi I DPRD Kota Pekanbaru.

Ada dua tuntutan pedagang TPS saat mendatangi kantor dewan. Mereka menuntut agar listrik kembali terpasang di seluruh TPS.

PT.Makmur Papan Permata (MPP) sudah memutus jaringan listrik di TPS. Pasca proses pengosongan TPS akhir pekan kemarin.

Para pedagang juga meminta agar pengosongan TPS berlangsung setelah lebaran. Mereka meminta penundaan lantaran menilai kondisi STC belum layak bagi pedagang.

Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Nofrizal menyampaikan hasil pertemuan secara langsung. Setelah mendengarkan aspirasi pedagang.

Nofrizal menyebut pihaknya memahami kondisi pedagang setelah adanya pemutusan listrik di TPS. Ia menyebut nantinya pimpinan dewan bakal meninjau kembali kelayalan STC.

Mereka berencana melihat kelayakan bagian dalam STC. Ia juga berdiskusi dengan pimpinan dewan terkait permasalahan pedagang.

"Ini memang tidak mudah, maka nanti kita akan lihat ke sana kondisi terkini STC seperti apa," ujarnya.

Politisi PAN menyebut bahwa ada tiga kelompon pedatang yang ada di TPS. Ada pedagang yang sudah siap pindah.

Ada juga pedagang yang siap pindah, namun menilai STC belum siap untuk pindah. Ada juga yang sama sekali belum bisa pindah sama sekali.

"Maka kita minta pemko tinjau proses pemindahan ke dalam STC," terangnya.

Nofriza meminta pemerintah kota mencermati proses pemindahan. Ia juga berpesan kepada para pedagang agar tidak menghalangi petugas atau terprovokasi.

"Pemerintah kota tidak bisa pindahkan pedagang begitu saja. Mereka pasti punya aspirasi," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya ratusan pedagang yang berjualan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) sekitar Sukaramai Trade Centre (STC) mendatangi Kantor DPRD Kota Pekanbaru, Senin (24/2/2020).

Mereka menuntut agar bisa berjualan kembali di TPS.

Mereka enggan pindah dari TPS lantaran kondisi di dalam STC belum layak.

Para pedagang pun meminta dewan agar memperjuangkan nasib para pedagang.

"Kami minta waktu agar bisa berjualan hingga lebaran nanti. Beri kami waktu," ujar satu pedagang dalam orasinya.

Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Doni Saputra mengimbau para pedagang agar tetap tenang. Ia mengingatkan agar pedagang tidak anarkis.

"Kami mengajak agar pedagang tetap tenang kepala dingin," paparnya.

Politisi PAN ini juga sudah berkomunikasi dengan tim yustisi.

Ia memastikan bahwa hari ini tidak ada pembongkaran di TPS sekitar STC.

"Saya sudah hibungi kasatpol PP. Ia menyebut bahwa tidak ada pembongkaran," ulasnya.

Doni meminta para pedagang bisa menanti. Ia menyebut bahwa permasalahan ini akan dibahas bersama pimpinan DPRD kota.

"Kami menanti pimpinan, kami mengajak para pedagang tertib," ulasnya.

Sebelumnya diberitakan Tim Yustisi bakal melakukan penertiban terhadap Tempat Penampungan Sementara (TPS) di sekitar Sukaramai Trade Centre (STC), Senin (24/2/2020).

Mereka menggelar penertiban setelah melakukan upaya pengosongan TPS.

Personel gabungan dari Satpol PP Kota Pekanbaru, Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, TNI dan kepolisian ikut dalam penertiban ini.

Proses pengosongan terhitung, Jum'at (21/2/2020) kemarin.

Pengembang STC yakni PT.Makmur Papan Permata (MPP) sudah memutus jaringan listrik akhir pekan kemarin.

Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Agus Pramono menyebut bahwa giat kali ini hanya penertiban.

Ia menegaskan bahwa giat ini belum masuk proses pembongkaran.

"Jadi kali ini proses penertiban. Bukan untuk pembongkaran," ujarnya saat memimpin apel penertiban.

Proses penertihan berlangsung di sekitar STC. Mereka bakal menyisir TPS sekitar Jalan Agus Salim, Jalan Jendral Sudirman dan Jalan HOS Tjokroaminoto.

Agus menilai pembongkaran TPS adalah jalan terakhir. Ia memastikan saat ini masih dalam upaya persuasif.

"Kita juga melakukan penertiban secara persuasif," paparnya.

Para pedagang rencananya pindah ke dalam STC. Ada 1900 yang tersedia di STC bagi pedagang korban kebakaran Plaza Sukaramai pada akhir tahun 2015 silam.

Pedagang STC - Tribunpekanbaru.com / Fernando Sikumbang.

Penulis: Fernando
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved