Siak

STORY - Kisah Irwan, Sang Pemadam dari Siak yang Siap Syahid di Medan Kebakaran Hutan dan Lahan

Menjabat Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) di BPBD Siak sejak 2011 lalu hingga sekarang ini.

STORY - Kisah Irwan, Sang Pemadam dari Siak yang Siap Syahid di Medan Kebakaran Hutan dan Lahan
Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra
Kepala Bidang Damkar BPBD Siak Irwan Pryatna 

SIAK - Sepuluh tahun bergelut dengan kasus-kasus kebakaran tidak membuatnya nyalinya padam. Pria 53 tahun itu tidak mau lagi pindah kedinasan, bahkan menyatakan siap syahid di medan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhuta).

Dialah Irwan Pryatna. Menjabat Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) di BPBD Siak sejak 2011 lalu hingga sekarang ini.

Meski sudah banyak ancaman yang dilewati saat melakukan pemadaman Karhutla di dalam hutan-hutan di Siak, tapi semangatnya tak pernah padam.

"Pengalaman, kami pernah berjumpa dengan harimau, beruang, ular piton hingga menemui hal-hal mistis dalam melaksanakan tugas," kata Irwan saat berbincang dengan Tribunpekanbaru.com, Selasa (25/2/2020) di Siak.

Selama menjadi pemadam, pengalamaan yang paling diingat adalah memadamkan api Karhutla. Ia dan timnya ibarat ditakdirkan ada untuk mengatasi Karhutla yang terjadi setiap tahunnya di Siak.

"Lebaran atau memperingati 17 Agustus di dalam kawasan hutan yang terbakar bukanlah hal asing bagi kami," kata pria yang juga guru silat itu.

Ia mengisahkan bagaimana melaksanakan pekerjaannya saat Karhutla di mana-mana. Waktu itu adalah 2014. Kondisi terparah dalam peristiwa Karhutla selama 10 tahun terakhir di kabupaten Siak. Irwan dan timnya hampir 24 jam berada di lokasi Karhutla, berpindah dari satu titik kebakaran ke titik api lainnya.

"Kalau pulang palingan sudah pukul 02.00 dini hari dan pukul 05.00 WIB siap-siap lagi ke lokasi, waktu itu," kata dia.

Pada 2014 itu pula nyalinya diuji. Saat melakukan pemadaman di Kecamatan Pusako, ia berjumpa seekor harimau Sumatra. Karena posisi sudah dekat, ia langsung memerintahkan seluruh tim masuk ke dalam mobil dan tutup pintu.

"Kami kira habitatnya terbakar dan ia semakin tersudut karena kebakaran di mana-mana. Kami harus bersabar untuk membiarkannya pergi, setelah merasa aman barulah kami kembali melaksanakan pekerjaan," kata dia.

Halaman
1234
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved