Breaking News:

Siak

STORY - Kisah Irwan, Sang Pemadam dari Siak yang Siap Syahid di Medan Kebakaran Hutan dan Lahan

Menjabat Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) di BPBD Siak sejak 2011 lalu hingga sekarang ini.

Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra
Kepala Bidang Damkar BPBD Siak Irwan Pryatna 

Tidak hanya sekali itu saja berjumpa harimau. Besoknya di Dayun, Irwan juga melihat ada harimau sedang minum di kanal. Padahal, pihaknya mengandalkan kanal itu sebagai sumber air untuk ditembakkan ke titik api.

"Kami mundur teratur dan menghindar saja," kata dia.

Pada pemadaman Karhutla di kampung Rawang Airputih, kecamatan Siak, ia berhadapan dengan beruang di kawasan semak belukar. Beruang itu terkejut lalu ia bediri dengan kaki dua di hadapan kami yang berjarak hanya beberapa meter.

"Posisinya sama-sama berhadan dan sama -sama terkejut, dia lari dari titik api untuk menyelamatkan diri sedangkan kami juga juga lari menuju titik api. Saya masih ingat betul kondisi dan suasananya waktu itu," kata dia.

Di kampung yang sama serta di Tuah Indrapura, kecamatan Bungaraya Irwan dan timnya pernah berhadapan dengan lebah mengamuk. Untuk menyelamatkan diri, pihaknya menyesuaikan dengan kondisi yang ada, yakni tiarap dan sembunyi di kawasan itu.

"Ohya, saya ingat, saat kami jumpa harimau saya kirim SMS ke Pak Bupati. Ternyata Pak Bupati langsung nelepon dan bilang, Wan, pulang saja. Karena tidak mungkin menerima risiko atas amukan harimau itu," kata dia.

Tidak hanya berjumpa binatang buas dan berjibaku di tengah kobakaran api yang menjadi pengalamannya. Namanya di tengah hutan, ada banyak hal yang membuat bulu kuduknya berdiri.

"Ada kejadian aneh juga, yakni jumpa pohon sangat besar di KM 3 Dayun. Saat kami melakukan pemadaman tengah malam. Pohon besar itu diterpa cahaya bulan, ukurannya tidak bisa dipeluk oleh 3 orang dewasa," kata dia.

Pohon besar itu membuatnya takjub. Pohon itu pula yang menjadi penanda untuk menuju ke lokasi Karhutla. Setelah ia pulang dan meninggalkan lokasi ia masih melihat pohon itu.

"Besoknya kami melanjutkan pemadaman di lokasi yang sama, kami tak melihat lagi pohon sebesar itu. Tidak ada tumbang, sedangkan jejak kami yang melakukan pemadaman semalam masih ada. Itu yang membuat kami bergidik secara tiba-tiba," kata dia.

Halaman
1234
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved