Mayat Tanpa Busana

UPDATE Penemuan Mayat di Tapung, Syamsul Bahri Tewas Akibat Kekerasan, Ini Hasil Autopsi Polda Riau

Polda Riau, Kompol Supriyanto menjelaskan terkait penemuan mayat lelaki di Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampa

kolase/Tribunpekanbaru
Penemuan Mayat di Tapung, Syamsul Bahri Tewas Akibat Kekerasan, Ini Penjelasan Tim Forensik Polda Riau 

Namun si suami tidak memberi jawaban pasti.

"Dia cuma jawab lagi ada urusan, kayak tertekan. Biasanya saya tanya dia jawab, entah lagi di Nangka, di Sigunggung. Walaupun tidak dikasih tahu detail sedang ngapain. Tapi minimal bilang di mananya," tutur Elsa.

Elsa yang merasa ada sesuatu yang berbeda dengan suaminya, sempat bertanya, apakah sang suami sedang ada masalah.

"Dia bilang nanti kita cerita di rumah. Terus telfonnya dimatikan," paparnya.

Tak lama berselang, datang mobil penjemput tepung di gudang, untuk diantarkan ke daerah Solok.

Kemudian, seorang tak dikenal pun datang.

"Orang tak saya kenal ini, sempat bantuin muat tepung ke mobil yang jemput. Saya kirain dia ini kernetnya. Tapi pas mobil udah berangkat, dia tinggal. Saya tanyalah, abang siapa. Dia jawab dia bertugas jemput mobil, suami saya yang suruh. Saya tanya suami saya di mana. Dia bilang lagi di Sigunggung, ngobrol sama bos-bos," ucapnya.

Diungkapkan Elsa, perasaannya tidak enak, terlebih saat melihat perawakan orang yang katanya ditugaskan menjemput mobil oleh suaminya.

"Saya lihat dia dari atas sampai bawah, perasaan saya tak enak. Kayak preman, matanya merah, kakinya bertato. Saya masuk ke dalam, tutup pintu. Saya bilang tunggu sebentar," jelas Elsa lagi.

Elsa lalu berupaya menghubungi suaminya kembali.

"Saya bilang ke suami, saya nggak kenal sama yang jemput mobilnya. Tapi suami saya ngotot, kasih aja lah. Suaranya kayak tertekan. Saya tanya lagi sedang di mana. Dia bilang ada urusan, bentar lagi pulang. Saya bilang ke dia, tetap tidak mau kasih mobil. Telfonnya langsung dimatikan," bebernya.

Lebih jauh kata Elsa, dia lalu pergi keluar, melihat keberadaan orang tak dikenal yang ingin menjemput mobil.

Ternyata kata Elsa, orang tersebut sudah tidak ada.

Singkat cerita, Elsa dan seluruh anggota keluarga mencoba untuk menghubungi suaminya.

Tapi berkali-kali ditelfon, tidak diangkat.

Selanjutnya, Elsa dan keluarga membuat postingan kehilangan di Facebook.

Dia mengunggah foto suami dan foto mobil yang dikendarai suami terakhir kali

Disebutkannya, selang beberapa waktu kemudian, ada warga yang menghubunginya.

Memberi tahu jika mobil yang dikendarai suaminya, ditemukan terbakar.

"Saya dan keluarga datang ke lokasi, rupanya memang iya. Tapi suami saya tidak ditemukan. Kejadian itu lalu saya laporkan ke Polres Kampar," tuturnya.

Elsa memaparkan, upaya untuk menghubungi suami, tetap dilakukan.

Sampai akhirnya ada yang mengangkat, tapi bukan suaminya lagi.

"Ditelfon ada yang angkat. Katanya lagi di Kasikan, Rohul. Dia bilang kalau mau jemput, di tunggu. Pas ke sana rupanya dia tidak ada dan sejak itu nomor suami saya tidak bisa dihubungi lagi," terangnya.

Elsa merincikan bagaimana ciri-ciri suami.

Termasuk pakaian terakhir yang dikenakan sebelum hilang.

"Dia pakai kaos oblong tulisan Reebok, celana casual warna krim. Tas hitam selempang. Ciri-cirinya kurus, tinggi 168 cm, kulit sawo matang," ujarnya.

Sementara terkait kehilangan suami, Elsa juga sudah melapor ke Mapolresta Pekanbaru.

Dia juga menyampaikan hubungan hilangnya suami dengan temuan mobil terbakar di Kampar.

Elsa berharap, suaminya bisa ditemukan dengan selamat.

"Semoga suami saya bisa ditemukan. Kepada pak polisi saya minta tolong mencari suami saya. Semoga bisa cepat terungkap," pungkasnya.

(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Muhammad Ridho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved