Breaking News:

Human Interest Story

STORY - Kisah Perjalanan Perguruan Silat Buluh Tua dari Riau hingga ke Jerman dan Dikenal di Eropa

Ini adalah story atau kisah perjalanan Perguruan Silat Buluh Tua dari Riau hingga ke Jerman dan dikenal di Eropa

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Nasuha Nasution
STORY - Kisah Perjalanan Perguruan Silat Buluh Tua dari Riau hingga ke Jerman dan Dikenal di Eropa 

"Jadi kalau melihat ciri-ciri silat Buluh Tua adalah silat Minang-Riau. Dapat dilihat dari celana silatnya model sarawa galembong, adapun baju silatnya adalah model baju Melayu Riau, jadi ada perpaduan di sana," jelas Yuzirman Sutan Malano.

Menurut Yuzirman Sutan Malano, silat Buluh Tua ini terbuka untuk semua golongan dan kalangan serta semua tingkat usia, mulai anak - anak hingga lanjut usia.

"Murid Silat Buluh Tua yang tercatat sejak 2010 sampai Januari 2020 berjumlah 93 orang. Adapun murid-murid lama dulu yang di Duri Kecamatan Mandau, Bengkalis tidak ada lagi catatannya dan telah menyebar ke seantero nusantara," jelas Yuzirman.

Tidak hanya di tanah air, ternyata perguruan buluh tua juga mempunyai cabang di Jerman, saat ini dilatih oleh Dimas Surya Al Faruq, putra dari Yuzirman Sutan Malano.

Pola pendidikan silat di luar negeri ini berbeda dengan di Indonesia.

Pengajaran dan pelatihan pencak silat di Jerman berbentuk seminar 2 hari sampai 7 hari dengan durasi 8 jam sampai 12 jam sehari, dengan materi latihan terbatas.

STORY - Kisah Perjalanan Perguruan Silat Buluh Tua dari Riau hingga ke Jerman dan Dikenal di Eropa
STORY - Kisah Perjalanan Perguruan Silat Buluh Tua dari Riau hingga ke Jerman dan Dikenal di Eropa (Tribun Pekanbaru/Nasuha Nasution)

"Jumlah yang pernah mengikuti seminar mencapai 50 orang, ini juga digelar di Italia dan Inggris.

Metode latihan di Negera Eropa tidak reguler tapi per paket," ujarnya.

Bahkan lanjut Yuzirman sering mereka didatangi murid dari Eropa berkunjung ke perguruan mereka di Pekanbaru, untuk sharing ilmu dan pengalaman.

"Beginilah cara kami untuk melestarikan silat di belahan dunia, untuk mendukung pelestarian dan perkembangan tradisi pencak silat ini, maka telah didirikan sebuah yayasan buluh tua Indonesia juga di Pekanbaru," jelas Yuzirman Sutan Malano.

Human Interest Story - Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved