Bengkalis

STORY - Mengenal Kampung Zapin di Desa Meskom Bengkalis, Bersilaturrahmi Lewat Tarian

Siapa sangka di desa ini zapin sudah menjadi darah daging bagi masyarakat. Secara turun menurun zapin selalu diajarkan kepada anak anak di sana.

Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir
Zaiudin saat memainkan gambus dan berdendangkan syair Melayu 

BENGKALIS - Berkunjung ke kampung Zapin Dusun Simpang Merpati Desa Meskom sekilas tidak ada bedanya dengan desa desa lain.

Aktifitas warga terlihat seperti layaknya masyarakat perdesaan pada umum.

Siapa sangka di sana zapin sudah menjadi darah daging bagi masyarakat. Secara turun menurun zapin selalu diajarkan kepada anak anak di sana.

Tidak hanya tariannya saja, rata rata anak anak di sana juga pandai bermain alat musik gambus pengiring zapin.

Hampir di waktu sengang pemuda menghabiskan waktu bernyanyi syair melayu dengan menggunakan gambus.

Tribunpekanbaru.com berkesempatan mengunjungi kampung di siang hari singgah di salah satu sanggar zapin tradisi milik Zainuddin pria yang umurnya sudah lewat separuh abad.

Saat Tribunpekanbaru.com datang ke rumahnya Zainudin tengah asik menyetel gambusnya dengan berdendang syair melayu.

Sambil tersenyum Zainudin menyambut kedatangan Tribunpekanbaru.com dengan ramah. Sajian kopi hitam manis membuka awal perbicangan dengam Zainudin.

Pria paruh baya ini baru selesai bekerja siang itu dengan pakaian santainya bercerita bagaimana awalnya dirinya mengenal zapin.

Sejak usianya menginjak 15 tahun Zainudin sudah diajari oleh ayahnya untuk berzapin.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved