Berita Riau

Tubuh Gimun Penuh Luka Cakaran, Kakek 84 Tahun di Meranti Riau Jadi Korban Serangan Kera Liar

Kakek Gimun berusaha menyelamatkan diri dari serangan kera, namun karena faktor usia, kera berhasil mencakar hingga tubuh Gimun penuh luka.

Tubuh Gimun Penuh Luka Cakaran, Kakek 84 Tahun di Meranti Riau Jadi Korban Serangan Kera Liar
Istimewa
Gimun (84) warga di Dusun Teratai, Desa Lukun, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, menjadi korban serangan Keganasan kera pada Rabu, (26/2/2020) pagi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEPULAUAN MERANTI - Gimun, kakek berusia 84 tahun diserang kera liar di rumahnya Dusun Teratai, Desa Lukun, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (26/2/2020).

Kepala Desa Lukun, Lukman, membenarkan peristiwa penyerangan monyet terhadap kakek Gimun.

Dikisahkan Lukman, saat kejadian istri si kakek sedang memotong karet di belakang rumah dan cucunya pergi sekolah. Sedangkan Kakek Gimun hanya duduk di dalam rumah dan tidak bisa banyak bergerak.

"Mereka tinggalnya bertiga sama cucunya. Seperti biasa, istrinya motong karet tak jauh dari rumah, cucunya sekolah sedangkan bapak itu tinggal di rumah. Namanya juga orangtua jadi tak bisa banyak gerak dan hanya menunggu rumah," ungkapnya.

Lukman melanjutkan, seekor kera liar tiba-tiba masuk ke dalam rumah. Gimun yang jarang lepas dari tongkat itu pun mencoba untuk menghalau kera tersebut pergi dari rumahnya. Bukannya pergi, kera itu malah menyerang Gimun.

Kakek Gimun berusaha menyelamatkan diri dari serangan kera, namun dengan faktor usia yang sudah mulai kehilangan tenaga, kera berhasil mencakar sejumlah tubuh terutama di bagian muka dan kepala kakek.

Meski kewalahan, pria lanjut usia itu terus berupaya melawan cakaran yang dilancarkan oleh kera. Akhirnya kera liar itu tewas akibat pukulan yang dilancarkan Kakek Gimun untuk membela diri.

"Banyak bagian tubuhnya luka dan mengeluarkan darah. Saat ini masih dalam perawatan dan sudah ditangani medis," jelas Lukman.

Ditambahkan Lukman, sebelumnya, juga ada warga Desa Lukun diserang monyet. Saat itu korban sedang bekerja di kebun karet.

"Dalam minggu ini sudah dua orang warga Lukun menjadi korban keganasan kera," ujar Lukman.

Minta Bantuan Perbakin

Kepala Desa Lukun, Lukman menyurati Perbakin dan BPBD untuk meminta bantuan untuk memburu kera liar menyerang warganya.

Ketua Perbakin Kepulauan Meranti, Afrizal Dharma, mengaku telah dihubungi kepala desa terhadap persoalan ini. Ia meminta kepala desa membuat surat resmi. Dengan surat itu nantinya Perbakin akan berkoordinasi dengan Polres Kepulauan Meranti.

"Kita minta pihak desa memasukkan surat resmi ke Perbakin, nanti akan kita tindaklanjuti," ujar Afrizal Dharma.

Ditambahkannya, saat ini di Perbakin setidaknya ada sekitar 5 pucuk senjata yang siap dibawa ke Desa Lukun untuk memburu kera liar. Selain itu, juga ada 1 pucuk senjata api milik anggotanya, namun harus dicek dulu izin berburunya apakah masih ada atau sudah habis.

"Saya akan bawa anggota turun ke sana. Kalau senjata, ada sekitar 5 pucuk, ditambah satu senjata api dari anggota. Tapi untuk senjata api ini kita mau cek dulu izin berburunya, masih ada atau tidak," pungkas Otong, panggilan akrab Afrizal Dharma. (Tribunpekanbaru.com/teddy tarigan)

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved