Masih di Wuhan, 'Saya Sedih dengan Nasib Kris, Dia Perempuan, Nangis-nangis Sendirian di Sana'

Saya kesian dnegan teman saya yang bernama Kriss. Dia perempuan lho. Sendirian di sana. Namun gara-gara berita yang salah, kami malah dilupakan

Masih di Wuhan, 'Saya Sedih dengan Nasib Kris, Dia Perempuan, Nangis-nangis Sendirian di Sana'
Kolase TribunNewsmaker - Sinchew dan Xinhua via SCMP
Masih di Wuhan, 'Saya Sedih dengan Nasib Kris, Dia Perempuan, Nangis-nangis Sendirian di Sana' 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Ada pemberitaan yang salah yang justru menjadikan mahasiswa Indonesia yang tertahan di Wuhan.

Padahal mereka sangat ingin dievakuasi. Namun beberapa kendala yang menjadikan proses evakuasi tak berjalan sesuai dengan rencana.

Bahkan ada mahasiswa perempuan yang berada di pedalaman di HUbei.

Seperti yang diceritakan Humaidi Zahid (29) mahasiswa Linguistik pascasarjana Universitas Central China Normal di Wuhan.

VIDEO: Cegah Virus Corona, Arab Saudi Stop Umroh Untuk Sementara Waktu

Antisipasi Virus Corona, Arab Saudi Hentikan Sementara Kunjungan Umrah, Ini Tanggapan Jokowi

Penghentian Visa Umroh Antisipasi Virus Corona oleh Arab Saudi, Ibnu di Madinah: Jamaah Pakai Masker

Warga mengenakan masker pernapasan di pintu masuk kota kecil Casalpusterlengo, tenggara Milan, pada 23 Februari 2020. Wabah Virus Corona sudah menyebar di negara ini, 100 orang dilaporkan terinveksi, dua meninggal dunia.
Warga mengenakan masker pernapasan di pintu masuk kota kecil Casalpusterlengo, tenggara Milan, pada 23 Februari 2020. Wabah Virus Corona sudah menyebar di negara ini, 100 orang dilaporkan terinveksi, dua meninggal dunia. (FOTO / AFP)

Dikatakannya ada salah satu mahasiswa perempuan yang terjebak di pedalaman Hubei.

"Saya juga sedih dengan nasib teman saya di Jingzhou (Kris) yang juga ketinggalan evakuasi. Dia perempuan lho, seorang diri di sana. Nangis-nangis dia. Lalu berita yang salah itu muncul membuat kami merasa Indonesia telah melupakan kami. Untung saja saya dan dua teman lain juga tertinggal, jadi Kris tidak merasa sendiri," ungkap Humaidi dalam wawancaranya dengan Kompas.com melalui aplikasi WeChat.

Seperti yang diberikan sampai saat ini, masih terdapat 7 orang Warga Negara Indonesia di Wuhan, provinsi Hubei, Republik Rakyat China sejak virus Covid-19 corona merebak pada akhir tahun 2019.

Menurut keterangan Humaidi Zahid (29) mahasiswa Linguistik pascasarjana Universitas Central China Normal di Wuhan, tiga dari tujuh WNI di Wuhan menyatakan untuk tetap tinggal ketika evakuasi pemerintah tiba.

Sementara empat orang lainnya termasuk Humaidi tidak sempat dievakuasi karena berbagai kendala.

Halaman
1234
Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved